Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Ibu-Ibu Ini Buktikan Pangan Lokal Bukanlah Makanan Rendahan
KomunitasLifestyle

Ibu-Ibu Ini Buktikan Pangan Lokal Bukanlah Makanan Rendahan

Asdhar
Asdhar
14 Oktober 2016
Share
3 Min Read
SHARE

Sejumlah ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Sikarampa, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sabbang, kabupaten Luwu Utara mengikuti Demo Pengolahan Pangan Lokal, oleh Badan Ketahanan Pangan Daerah, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (13/10/16).

Dalam demo tersebut, para ibu ini membuktikan jika pangan local bukanlah makanan orang rendahan saja, melainkan sudah menyentuh hingga kelas menengah ke atas.

Kepala Bidang Keamanan dan Konsumsi Pangan dan Gizi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Luwu Utara, Muhammad menegaskan bahwa makanan yang berasal dari olahan pangan lokal bukan lagi makanannya orang-orang rendahan saja.

Baca Juga

Kreatif dan Meriah, Begini Lomba Sambung Lirik HUT KORPRI 2025 di Luwu Timur
Semarak SSJ Sorowako: DPRD Luwu Timur Dorong Penguatan Infrastruktur Wisata

Penegasan itu disampaikan Muhammad dengan munculnya stigma bahwa olahan pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh orang-orang kelas bawah, bukan konsumsi para elit atau orang-orang kaya.

“Kalau dulu pangan pokok kita itu dianggap inferior, dianggap sangat tradisional, hanya dimakan oleh orang rendahan saja,  sekarang malah terbalik. Dengan sentuhan teknologi, kemudian diolah menjadi makanan yang bermutu, yang sudah tentu tidak kalah enaknya dengan makanan yang berasal dari beras atau terigu, justru sekarang orang kaya yang mencari olahan pangan lokal,” ujar Muhammad.

Muhammad menambahkan, demo pengolahan pangan lokal yang dilalukan di kelompok penerima bantuan Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L),  adalah upaya pemerintah mendorong masyarakat untuk senantiasa melestarikan pangan lokal melalui jalan mempromosikan, mengelola, memproduksi, dan mengkonsumsi sendiri hasil olahan tersebut.

Semua maksud tersebut, kata Muhammad, tiada lain untuk menekan konsumsi beras masyarakat yang sudah sangat tinggi.

“Acara kita ini kita lakukan dalam rangka bagaimana kita mempromosikan, mengelola, memproduksi, dan mengkonsumsi sendiri olahan panmgan lokal kita, sehingga bisa mengurangi konsumsi beras,” ungkap pria yang akrab disapa pak haji ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Pangan Lokal BKPD Sulsel, yang juga Ketua Tim MP3L Provinsi, Muliwarni Muqarram, meminta masyarakat, khususnya para ibu wanita tani, untuk selalu kreatif menghasilkan olahan pangan lokal yang bermutu dan bernilai ekonomis, serta memenuhi unsur B2SA, yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman.

“Yang kita harapkan di sini adalah bagaimana ibu-ibu itu mampu menunjukkan kreativitasnya dalam menciptakan olahan pangan lokal yang memenuhi unsur B2SA, beragam, bergizi, seimbang dan aman. Beragam menjadi syarat mutlak karena Luwu Utara ini kaya akan pangan alternatif  selain beras. Misalnya jagung, bisa kita olah menjadi susu jagung dan nasi jagung,” pungkas Muli, sapaan akrab wanita berkacama tersebut.

Dalam demo pengolahan pangan lokal, dua jenis olahan yang dibuat di rumah ketua kelompok tani sagu Sikarampa itu adalah mie sagu dan mpe mpe singkong. Tim kabupaten dan provinsi juga menyiapkan beberapa resep olahan lain sebagai upaya memperkaya wawasan ibu-ibu dalam memproduksi olahan pangan yang banyak tersedia di bumi Luwu Utara.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Merajut Kerukunan Etnis, Kesbangpol Mantapkan peran‎ FPK
Next Article Siddiq Minta Honorer Diangkat Menjadi Upah Jasa
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

Pemkab Luwu Timur mendukung penambahan kapal rescue dan personel Basarnas untuk memperkuat…

5 Mei 2026
Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

Siswa Luwu Timur, Nur Aqila, ikut seleksi Bintang Sobat SMP 2026 dan…

5 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
Pendidikan

UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?