Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) Kabupaten Luwu Timur, menempatkan tim pemantau harga kebutuhan pokok di seluruh kecamatan di Luwu Timur. Tim ini akan bekerja selama bulan suci ramadhan, Juni ini.
Kepala dinas Koperindag Luwu Timur, Zakaria, menjelaskan, tim pemantau harga bahan kebutuhan pokok ini akan melakukan pendataan harga-harga di seluruh pasar lokal di kecamatan, selanjutnya hasil pendataan tersebut akan dilaporkan ke Koperindag.
“Kami tempatkan tim pemantau harga bahan kebutuhan pokok di kecamatan, tim ini nantinya akan melaporkan ke kami tentang perkembangan harga bahan pokok seperti beras, bawang, gula pasir dan bahan pokok lainnya,” ungkap Zakaria.
Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, gula pasir, pasti akan terjadi. Kenaikan ini kata Zakaria, sudah menjadi trend dan pasti terjadi setiap tahunnya. Kenaikan harga tersebut masih bisa ditoleransi asalkan kenaikannya masih normal.
“Artinya kenaikan harganya tidak berlebihan, masih dalam batas yang wajar, kami juga akan melakukan interpensi pasar dengan melakukan operasi pasar murah satu kali untuk satu kecamatan,” ujarnya.
Biasanya para pedagang menaikan harga dagangannya dipicu berbagai hal, diantaranya proses distribusi yang terganggu, pasokan berkurang dan terjadinya penimbunan. “Biasanya yang ditimbun itu beras dan bawang, nanti saat harganya mahal baru dijual, nah ini sudah termasuk tindak pidana, tentu akan ditindak oleh polisi,” ungkapnya.
Inisiatif menaikkan harga bahan pokok oleh pedagang, biasanya hanya ikut-ikutan setelah melihat pemberitaan dimedia massa, kebiasaan ini selalu terjadi sebelum bulan ramadhan tiba.
Untuk itu, Dinas Koperindag Luwu Timur, sudah mengingatkan pedagang untuk tidak berlebihan menaikkan harga bahan pokok. “Kami tidak punya wewenang untuk menjatuhkan sanksi pada pedagang kalau menaikkan harga, tapi kami hanya menghimbau saja,” ujarnya.
Salah sorang pedagang di Malili, Syarifuddin, menyebutkan, selama bulan suci ramadan, harga bahan kebutuhan pokok yang akan naik adalah beras, telur ayam, bawang merah, gula pasir dan minyak goreng kemasan. Namun kata Syarifuddin, kenaikannya tidak akan signifikan.
“Pasti akan ada kenaikan harga, tapi tidak akan signifikan. Khusus untuk beras, hanya akan naik untuk jenis beras tertentu saja, sementara untuk telur, pemicunya adalah ketersediaannya berkurang, sementara permintaan meningkat,” kata Syarifuddin.
Marlina, warga Malili, berharap, agar selama bulan suci ramadan ini, tidak terjadi kenaikan harga bahan pokok yang berlebihan, sebab penghasilan suaminya sebagai tukang ojek tidak akan mencukupi untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari jika harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi.
“Kalau bisa jangan dinaikkan, sekarang saja kami sudah sulit pak, apalagi kalau naik lagi,” kata Marlina.





