Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » KPHL Sosialisasi Batas Kawasan Hutan
Luwu Timur

KPHL Sosialisasi Batas Kawasan Hutan

Asdhar
Asdhar
31 Oktober 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Ketergantungan masyarakat di dalam dan di sekitar hutan terhadap sumberdaya hutan merupakan kondisi yang sangat umum. Perwujudan misi inilah yang mesti didorong pencapaiannya, melalui sistem pengelolaan hutan yang benar agar kelestarian hutan tetap terjaga dan akan memberikan manfaat besar dalam kehidupan

Untuk meningkatkan pemahaman tentang batas kawasan hutan kepada para camat, pejabat desa, dan masyarakat disekitar kawasan hutan dalam upaya mencegah perambahan hutan, maka Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kabupaten Luwu Timur kerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel menggelar Sosialisasi batas kawasan hutan di Aula Kantor Camat Malili, Jumat (31/10).

“sosialisasi tata batas ini dilakukan sebagai bentuk komitmen baik dari semua pihak untuk menjaga kelestarian hutan, sekaligus menata kembali pal batas kawasan hutan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” jelas Kepala KPHL, Mandar.

Baca Juga

PT Vale Dorong Program Pengelolaan Sampah TPS3R di Wilayah Pemberdayaan Luwu Timur
Pemkab Luwu Timur Dorong Pelatihan Security bagi Pemuda Desa Hadapi Investasi Industri

Menurutnya, pal batas kawasan hutan yang ada sekarang sudah banyak yang hilang patoknya dan tidak jelas lagi sehingga perlu dilakukan kembali tata batas ulang agar masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum.

Ia menjelaskan, area wilayah kerja KPHL Larona Malili meliputi lima kecamatan yakni Malili, Angkona, Wasuponda, Towuti dan Nuha dengan luas areal hutan mencapai 241.992 ha terdiri dari hutan lindung seluas 156.593 ha, hutan produksi biasa seluas 6.391 ha dan hutan produksi terbatas seluas 79.008 ha.

“Namun untuk sosialisasi tahun ini Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel hanya menfokuskan pada dua wilayah area kerja KPHL yang sangat mendesak yakni Malili dan Angkona. Angkona dijadwalkan pada 4 November mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler saat membuka sosialisasi ini mengatakan kawasan hutan itu mantap jika status jelas dan pasti (clear and clean) yang ditandai tanda-tanda batas di lapangan dan pada dokumen administrasi kawasan.

“Ada ketegasan bahwa kawasan telah mempunyai kekuatan hukum yang kuat, baik penunjukan maupun penetapan oleh yang berwenang kemudian, ada pengakuan masyarakat dan para pihak, bebas dari hak-hak pihak lain, serta dikelola dengan baik dan benar,” jelasnya

Lanjutnya, manfaat dari hasil penataan batas kawasan hutan bagi masyarakat dan pemerintah akan menguntungkan kedua belah pihak. Dari sisi pemerintah, dapat tercipta kepastian untuk bahan pengukuhan kawasan, kejelasan luas kawasan hutan yang diakui masyarakat setempat, lengkapnya dokumen yang membantu proses legalisasi kawasan, jaminan keamanan kawasan secara dini, dan terpenuhinya kriteria dan indikator pengelolaan hutan lestari.
‎
Sementara bagi masyarakat, katanya lagi, adanya pengakuan hak-hak atas tanah, kenyamanan berusaha, dan aman dari konflik lahan yang tertuang dalam rumusan-rumusan kesepakatan.

Kegiatan sosialisasi juga dihadiri Kabid Planologi Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Yusri Samma dan Kepala BPKH Wilayah VII Makassar, Anwar. Selain Wabup, juga hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Baharuddin, Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar, dan Kadis Kehutanan, Zainuddin.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Peserta Diklatpim IV Paparkan Proyek Perubahannya
Next Article Terkait Kasus Dugaan Sunat, Kejari Belopa Tetapkan Kadinkes Tersangka
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

Pemkab Luwu Timur mendukung penambahan kapal rescue dan personel Basarnas untuk memperkuat…

5 Mei 2026
Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

Siswa Luwu Timur, Nur Aqila, ikut seleksi Bintang Sobat SMP 2026 dan…

5 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
Pendidikan

Keren! SMPN 1 Mangkutana Jadi Sekolah Terbaik 2 Rapor Pendidikan di Luwu Timur

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?