Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Nelayan Lampia Protes Tumpahan Minyak di Laut
Metro

Nelayan Lampia Protes Tumpahan Minyak di Laut

Asdhar
Asdhar
8 Agustus 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Ratusan nelayan di Desa Lampia, dan Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, melakukan protes dan memblokir jalan masuk ke Mangkasa Point, lokasi pelabuhan milik PT Vale Indonesia. Aksi demonstrasi ini sudah digelar sebanyak dua hari, dan hingga kini belum menemukan kesepakatan antara warga dengan manajemen perusahaan.

Protes warga itu dipicu oleh kerugian yang dialami nelayan sejak beberapa bulan lalu, dimana mereka menuduh pihak PT Vale Indonesia telah mencemari laut di sekitar Desa Lampia dengan tumpahan High Sulfur Fuel Oil (HSFO).

Perwakilan warga, Muzakkir mengatakan tumpahan minyak ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun, kondusi terparah baru terjadi sejak dua bulan terakhir, apa,agi disaat ada kapal tanker yang tiba untuk menyalurkan minyak milik perusahaan.

Baca Juga

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

“Perhitungan sementara kami, tumpahan minyak di laut sudah sebanyak 1.500 liter, hitungan ini berdasarkan luas wilayah laut yang terdampak pencemaran,” ungkap Muzakkir.

Tumpahan minyak ini, dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama nelayan setempat. Pasalnya, alat tangkap yang digunakan umumnya mengalami kerusakan, seperti pukat, bubu, bila, dan rompon.

“Akibatnya, pendapatan nelayan setempat sejak dua bulan terakhir mengalami penurunan signifikan. Masyarakat jadi jarang melaut karena alat tangkap yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, hasil perikanan nelayan juga mengalami penurunan yang diduga disebabkan oleh rusaknya biota laut akibat pencemaran ini.

Tasdim (49), salah seorang nelayan setempat mengaku hasil laut yang diperoleh nelayan mengalami pengurangan signifikan. Dia mengaku, saat ini hanya bisa melaut sebanyak dua kali dalam sebulan, dengan hasil yang diperoleh sangat minim.

“Sebelum ada kejadian ini, hampir tiap hari kami melaut, dan mendapatkan hasil sekitar dua basket (keranjang) ikan. Namun saat ini, untuk mendapatkan setengah basket saja sulit, itupun kami tidak bisa melaut setiap hari,” ujarnya.

Dia pun membeberkan, jika biota laut khas sekitar wilayah Teluk Bone itu, yang selama ini melimpah di sekitar Desa Lampia, saat ini juga sudah sulit didapatkan, seperti Taripang, Kima, bia-bia, dan lainnya.

“Kawasan Lampia dahulu dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan taripang sangat besar, namun saat ini sangat sulit didapat. Kami menduga, hilangnya jenis biota laut ini disebabkan karena pencemaran ini,” ujar Tasdin.

Terkait demo warga tersebut, General Manager Communication PT Vale Indonesia, Tbk, Teuku Mufizar yang dikonfirmasi mengatakan jika dirinya saat ini dalam keadaan cuti. “Saya lagi cuti, Senin baru masuk kantor,” ungkap Mufizar melalui Black Barry Masenger (BBM).

Pantauan luwuraya.com, protes warga itu diikuti dengan pemblokiran jalan masuk Mangkasa Point. Warga menggunakan batang pohon untuk memblokir jalan. Mereka mendesak kepada manajemen PT Vale Indonesia untuk segera melakukan pembersihan atas laut yang tercemar, dan memberikan kompensasi kerugian yang dialami masyarakat.

Warga juga menuntut agar pemerintah segera menunjuk tim independen untuk melakukan penelitian terkait kerusakan biota laut yang terjadi di wilayah Lampia dan sekitarnya ini.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Hatta Ancam Balon Bupati Dari PNS Yang Lalai Dari Tugas
Next Article Warga Lampia Desak Polisi Usut Pencemaran Laut oleh PT Vale
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?