Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Pemkab Lutim Laksanakan Fasilitasi Tinjauan Lapangan Smart City
Luwu Timur

Pemkab Lutim Laksanakan Fasilitasi Tinjauan Lapangan Smart City

Redaksi Luwuraya
Redaksi Luwuraya
8 Juni 2021
Share
3 Min Read
SHARE

LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab) Luwu Timur (Lutim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan Fasilitasi Tinjauan Lapangan (Field Evaluation) Gerakan Menuju 100 Smart City secara virtual di Aula Media Center Diskominfo, Selasa (08/06/2021).

Pada kegiatan kali ini, Pemkab Lutim dibimbing langsung oleh Hary Febriansyah, S.Si., M.T, Ph.D. sekaligus memberikan materi tentang Manajemen Risiko dan Tinjauan Lapangan secara daring ini akan digelar selama 2 hari kedepan yakni 08-09 Juni 2021.

Hary Febriansyah mengatakan bahwa, sebenarnya beberapa komponen sudah beririsan dengan kegiatan smart city ini guna mendukung Kepala daerah untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi dan pendidikan.

Baca Juga

PT Vale Dorong Program Pengelolaan Sampah TPS3R di Wilayah Pemberdayaan Luwu Timur
Pemkab Luwu Timur Dorong Pelatihan Security bagi Pemuda Desa Hadapi Investasi Industri

“Jadi, dipersilahkan kepada teman-teman tim smart city Lutim untuk melihat kembali quick wins yang sudah eksisi kemarin mana yang masih berjalan dan mana yang harus berubah karena adanya baik covid ataupun adanya pergantian kepala daerah dan juga perubahan RPJMD. Cuma disini nanti ada beberapa poin yang akan kita kembangkan terhadap perubahan tersebut,” tambah Hary.

Ia mengungkapkan bahwa, nanti juga akan disampaikan Manajemen Risiko. jadi didalam struktur quick wins yang akan disampaikan dalam tinjauan saat ini harus didampingi dengan form manajemen risiko. Menurut Hary, ini merupakan suatu pembelajaran baru yang diharapkan bisa memberikan suatu kontribusi kepada kita semua bahwa manajemen risiko dan mitigasi risiko sudah harus ditandemkan kepada quick wins.

“Untuk kegiatan tinjauan lapangan dan nanti laporan finalnya itu, quick wins yang eksisi yang tidak berubah ataupun ada quick wins yang baru yang sedang dijalankan tahun 2021-2026 mohon didampingi dilampirkan dengan manajemen risiko. Dan ini nanti yang akan menjadi materi pemaparan dari kami untuk memberikan informasi tentang manajemen risiko dan juga materi tentang kesiapan Pemda menuju Kota Cerdas berdasarkan SNI yang sesuai dengan badan sertifikasi nasional,” ujarnya.

Hary Febriansyah melanjutkan, ada 10 indikator Evaluasi Quick wins Smart City yakni : Perumusan inovasi, Daya tarik inovasi, Manfaat inovasi, Keunikan inovasi, Peluang kemitraan, Potensi pengembangan, Keberlangsungan, Sumber daya, Manajemen risiko dan Keberlanjutan.

“Kenapa perlu manajemen risiko untuk Kota Cerdas?, untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi karena Risiko perlu dikelola demi tercapainya tujuan inisiatif. dan untuk memiliki kesiapan dalam merespon jika risiko tersebut terjadi.,” tutur Hary.

Lanjut Hary, Risiko adalah efek ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future), apabila terjadi bisa menimbulkan suatu kerugian (Risiko negatif dari alam seperti Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Gempa Bumi) atau peluang (Risiko positif dari alam seperti Asuransi dan padat karya).

“Manajemen Risiko adalah suatu proses identifikasi, analisis, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang tidak dapat diterima. Sedangkan Mitigasi Risiko adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau menghapus kerugian yang mungkin terjadi akibat risiko yang terjadi (bencana) yaitu dengan cara membuat persiapan sebelum terjadinya bencana,” tukas Hary Febriansyah. (rhj)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kemenpan RB Dampingi Evaluasi Sakip dan RB Pemkab Luwu Timur
Next Article Lutim Sukses Sabet Juara Pada Even Off-road South Celebes ORX 7
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

Pemkab Luwu Timur mendukung penambahan kapal rescue dan personel Basarnas untuk memperkuat…

5 Mei 2026
Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

Siswa Luwu Timur, Nur Aqila, ikut seleksi Bintang Sobat SMP 2026 dan…

5 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
Pendidikan

UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?