Pemkab Lutim Tetapkan 30 Desa Jadi Lokus Stunting

Thalita
4 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUTIM – Sebagai upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Luwu Timur, maka Pemkab. Lutim telah menetapkan 30 Desa pada 8 Kecamatan yang akan menjadi lokasi fokus (Lokus) prioritas pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi tahun 2022.

Penetapan desa yang jadi lokus Stunting ini tertuang dalam keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 209/ F-02/VI/Tahun 2021 tanggal 21 Juni 2021 tentang penetapan lokus prioritas pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi tahun 2022.

Adapun ke 30 Desa lokus yang ditetapkan tersebar di 8 kecamatan masing-masing ; Kecamatan Towuti 8 Desa, Malili 7 Desa, Burau 6 Desa, Mangkutana 1 Desa, Nuha 2 Desa, Wasuponda 4 Desa dan Kecamatan Angkona 1 Desa.

Plt. Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Hj. Rosmini Pandin mengungkapkan bahwa, penetapan desa/kelurahan sebagai lokus sasaran prioritas pencegahan dan penanganan Stunting di Lutim berdasarkan hasil analisis situasi prevalensi di Lutim. Dari hasil ini prevalensi Stunting tertinggi sebanyak 18 Desa dan jumlah kasus Stunting tertinggi sebanyak 12 Desa.

“Setelah penetapan desa lokus Stunting, selanjutnya akan dilakukan intervensi dengan melakukan identifikasi faktor resiko di lokus Stunting untuk identifikasi terkait riwayat kehamilan ibu, kelahiran, penyakit infeksi, PHBS sehingga kita mendapatkan data yang valid terkait penderita Stunting,” tutur Kadis Kesehatan.

Namun demikian, dr. Rosmini berharap dalam pelaksanaan percepatan penurunan sunting ini tentunya memerlukan intervensi spesifik, intervensi sensitif, dan dukungan teknis yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi antara Pemerintah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Luwu Timur.

“Dinas kesehatan tentunya tidak bisa bekerja sendiri, sangat dibutuhkan keterlibatan lintas program dan lintas sektor terkait sangat dibutuhkan untuk bekerjasama dalam menurunkan angka Stunting ini di Lutim,” tandas Rosmini Pandin. (ikp/kominfo)

#pemkab #lutim #30desa #lokus #percepatan #penurunan #stunting #ayolawancorona #belajardirumah #beribadahdirumah #bermaindirumah #dirumahsaja #jagakebersihan #jagakesehatan #pakemasker #tetapwaspada #coronabisasembuh #vaksindimulai #jangantakutdivaksin #ayosukseskanvaksin

Ikuti Update informasi Luwu Timur di Sosmed Dinas Kominfo Lutim :

https://www.facebook.com/diskominfolutim/
https://twitter.com/diskominfolutim?s=09
https://www.instagram.com/diskominfolutim/?hl=id
https://youtube.com/channel/UCZwj37SOrTALlsLzATum6_QPemkab Lutim Tetapkan 30 Desa Jadi Lokus Stunting

Sebagai upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Luwu Timur, maka Pemkab. Lutim telah menetapkan 30 Desa pada 8 Kecamatan yang akan menjadi lokasi fokus (Lokus) prioritas pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi tahun 2022.

Penetapan desa yang jadi lokus Stunting ini tertuang dalam keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 209/ F-02/VI/Tahun 2021 tanggal 21 Juni 2021 tentang penetapan lokus prioritas pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi tahun 2022.

Adapun ke 30 Desa lokus yang ditetapkan tersebar di 8 kecamatan masing-masing ; Kecamatan Towuti 8 Desa, Malili 7 Desa, Burau 6 Desa, Mangkutana 1 Desa, Nuha 2 Desa, Wasuponda 4 Desa dan Kecamatan Angkona 1 Desa.

Plt. Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Hj. Rosmini Pandin mengungkapkan bahwa, penetapan desa/kelurahan sebagai lokus sasaran prioritas pencegahan dan penanganan Stunting di Lutim berdasarkan hasil analisis situasi prevalensi di Lutim. Dari hasil ini prevalensi Stunting tertinggi sebanyak 18 Desa dan jumlah kasus Stunting tertinggi sebanyak 12 Desa.

“Setelah penetapan desa lokus Stunting, selanjutnya akan dilakukan intervensi dengan melakukan identifikasi faktor resiko di lokus Stunting untuk identifikasi terkait riwayat kehamilan ibu, kelahiran, penyakit infeksi, PHBS sehingga kita mendapatkan data yang valid terkait penderita Stunting,” tutur Kadis Kesehatan.

Namun demikian, dr. Rosmini berharap dalam pelaksanaan percepatan penurunan sunting ini tentunya memerlukan intervensi spesifik, intervensi sensitif, dan dukungan teknis yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi antara Pemerintah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Luwu Timur.

“Dinas kesehatan tentunya tidak bisa bekerja sendiri, sangat dibutuhkan keterlibatan lintas program dan lintas sektor terkait sangat dibutuhkan untuk bekerjasama dalam menurunkan angka Stunting ini di Lutim,” tandas Rosmini Pandin. (ikp/kominfo)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser