Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Perjuangan Masyarakat To Cerekang Menolak Klaim IUP di Hutan Adat
Budaya

Perjuangan Masyarakat To Cerekang Menolak Klaim IUP di Hutan Adat

Asdhar
Asdhar
25 Januari 2025
Share
3 Min Read
Pemuda adat To Cerekeng melakukan patrol menjaga hutan. (Foto: Perkumpulan Wallacea/Mongabay Indonesia)
SHARE

Pagi itu, Dusun Cerekang tampak berbeda dari biasanya. Tak ada riuh anak-anak bermain atau suara alat pertanian yang biasa terdengar dari ladang. Sebaliknya, pada 11 Januari 2025 lalu, ratusan masyarakat To Cerekang berkumpul di bawah tenda sederhana, duduk rapi di atas kursi plastik dengan latar pepohonan hijau yang mengelilingi mereka.

Di bawah naungan kain tradisional, mereka tampak mengenakan sarung, simbol kebersamaan yang menyatukan semua kalangan, mulai dari yang tua hingga muda, laki-laki maupun perempuan.

Musyawarah itu berlangsung khidmat di halaman terbuka. Raut wajah penuh konsentrasi dan semangat terlihat dari para peserta. Udara pagi yang segar terasa hangat oleh diskusi serius yang sedang berlangsung.

Baca Juga

Pemkab Lutim Genjot Pengusulan Geopark Matano Jadi Geopark Nasional
Bupati Lutim Apresiasi Grand Final Duta Wisata 2026 di Malili
Suasana musyawarah kampung to Cerekang (Sumber: dok/ist)

Seorang demi seorang masyarakat adat To Cerekang mengangkat tangan, menunggu giliran untuk menyampaikan pendapat mereka tentang ancaman serius yang sedang dihadapi: wilayah hutan adat mereka diklaim masuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Prima Utama Lestari (PUL).

“Tujuan kita berkumpul hari ini adalah untuk bermusyawarah menentukan sikap terhadap wilayah hutan adat kita yang masuk dalam IUP PT PUL,” ucap Risal, Kepala Dusun Cerekang, membuka musyawarah dengan suara yang terdengar lantang di tengah suasana hening.

Perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Wallacea yang hadir sebagai pemantik diskusi memberikan penjelasan detail. Dari sepuluh lokasi hutan adat Cerekang, tiga di antaranya—Pensimoni, Kasosoe, dan Padang Annungge—masuk dalam wilayah IUP PT PUL dengan total luas 24,43 hektar. Informasi itu memicu diskusi yang semakin hidup.

Peserta musyawarah, baik laki-laki maupun perempuan, tampak antusias. Suara-suara mereka mengisi udara, bergantian mengemukakan pandangan. Ibrahim, salah satu tokoh masyarakat adat, berbicara dengan semangat, “Hutan adat ini adalah warisan leluhur kami yang ada jauh sebelum negara ini berdiri. Tidak ada alasan bagi perusahaan untuk mengelola wilayah tersebut.”

Sementara itu, suara perempuan juga tak kalah kuat menggema di ruang musyawarah itu. Utami, tokoh perempuan To Cerekang, berdiri untuk menyampaikan penolakannya terhadap rencana tambang. “Selain akan merusak hutan adat, aktivitas pertambangan juga mengancam ketersediaan air bersih, kebutuhan paling mendasar bagi kami ibu-ibu rumah tangga,” katanya tegas.

Diskusi yang berlangsung selama empat jam itu akhirnya menghasilkan kesepakatan bulat: masyarakat adat To Cerekang menolak segala bentuk aktivitas di hutan adat mereka dan mendesak pemerintah serta PT PUL untuk segera mengeluarkan wilayah hutan adat dari IUP.

Bagi masyarakat To Cerekang, hutan adat lebih dari sekadar lahan hijau. Ia adalah napas kehidupan, warisan leluhur, dan identitas yang tak tergantikan. Di bawah naungan pohon-pohon rindang, mereka menegaskan satu hal: perjuangan untuk mempertahankan hutan adat ini akan terus berlanjut.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Jelang Akhir Tugas, Pj Bupati Luwu Sampaikan Pesan Haru dalam Peringatan Isra Mi’raj
Next Article Pj Gubernur Sulsel Nyatakan Dukungan untuk Pengembangan Investasi PT Vale
Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

Siswa Luwu Timur, Nur Aqila, ikut seleksi Bintang Sobat SMP 2026 dan…

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
Pendidikan

UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor

4 Mei 2026
Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?