Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kota Malili Kabupaten Luwu Timur membuat resah masyarakat. Pasalnya dalam sehari, pemadaman terjadi hingga mencapai lima kali dan membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Manager PLN Rayon Malili, Andi Mukhtar Nur yang di konfimasi mengatakan saat ini daya yang tersedia melebihi beban pemakaian sehingga menyebabkan seringnya terjadinya pemadaman.
“kalau pemadaman itu berlangsung lama biasanya disebabkan gangguan teknis di jaringan, namun jika berlangsung singkat, itu lebih karena kelebihan beban,” katanya.
Apalagi, kata Mukhtar PLTMH Saluanoa yang singkron dengan sistem PT Vale Tbk terjadi defisit karena debit air di PLTMH Saluanoa menurun drastis sehingga mempengaruhi supplay daya ke PLN.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luwu Timur, Firnandus Ali yang ditemui dikantornya mengatakan pihaknya selalu melakukan komunikasi dengan pihak PLN dan mempertanyakan persoalan seringnya pemadaman terjadi.
Dijelaskan Firnandus, kelebihan beban itulah yang menjadi pemicu terjadinya pemadaman. Disisi lain, PLN juga tidak melakukan pembatasan terhadap pemasangan pelanggan baru.
Harusnya kata Firnandus, PLN dapat melakukan pembatasan pemasangan baru, mengingat daya yang tersedia memang tidak memungkinkan. “ jika kondisi ini terus dibiarkan, bisa menyebabkan mati total,” katanya.
Namun kata Firnandus, pihak PLN telah berjanji akan melakukan penambahan daya sebesar 5 megawatt (MW) yang dijadwalkan akan direalisasikan April hingga Mei mendatang dalam bentuk Genzet dalam kontainer yang akan ditempatkan di Kecamatan Tomoni dan Wotu.
Menyikapi kondisi ini, Firnandus juga menghimbau seluruh warga Malili agar membantu dengan melakukan penghematan listrik.





