Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » DPRD Palopo: Luwu Raya Dikucilkan atas Hasil Rekruitmen KPU Sulsel
Politik

DPRD Palopo: Luwu Raya Dikucilkan atas Hasil Rekruitmen KPU Sulsel

Redaksi
Redaksi Published 23 Mei 2013
Share
2 Min Read
SHARE

DPRD Palopo merespon baik demo yang dilakukan Mahasiswa HMI Cabang Palopo atas dugaan adanya intervensi dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan politik dalam penetapan Komisioner KPU Sulsel sebagai upaya memperkuat status quo, dimana terjadi kejanggalan dalam proses seleksi.

Komisi I DPRD Palopo Alfri Jamil kepada luwuraya.com mengatakan bahwa permintaan mahasiswa HMI akan segera direspon dan menembuskan ke KPU Provinsi Sulsel.

“Kita sangat respon dengan baik kehadiran Mahasiswa dari HMI dan kami akan menembuskan pernyataan sikap mereka ke DPRD Provinsi Sulawesi selatan,” jelasnya.

Bukan hanya itu Alfri juga merasa keberatan atas dugaan kejanggalan dalam rekruitmen KPU Sulsel seperti yang dilontarkan demonstran bahawa sebelumnya  salah satu dari calon Komisioner KPU Sulsel asal Lutim, lolos dalam 10 besar, namun setelah diumumkan tak satupun perwakilan dari Tana Luwu atau Luwu Raya yang jadi Komisioner KPU Sulsel.

“Kami dari Luwu Raya merasa dikucilkan dengan kondisi ini, kalau begitu Luwu Raya Harus Pisah dari Sulsel,” tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Palopo Andi Falsafah bahwa jika ada masalah dalam perekrutan maka Provinsi cari akar masalahnya jika memang ada.

“DPRD Palopo akan keberatan jika Gubernur Sulsel tidak mengambil sikap dengan hal ini, bila perlu bentuk pemisahan diri dengan Pemprov Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Menurut Falsafah, anggota DPRD Provinsi Perwakilan Luwu Raya harus respon terhadap hal ini.

“Anggota DPRD Provinsi Sulsel asal Luwu Raya harus turun dan ini merupakan tanggung jawabnya,” paparnya.

Amran Amir

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Tenriadjeng: Pelaku Pembakaran Harus Ganti Kerugian

Bantaeng Dinilai Belum Layak Jadi Tuan Rumah Porda

Belum Jadi Ketua, Rully Sudah Siapkan Kantor Hanura

Keputusan DKPP Disambut Optimis Tim BAIK

2018, Intensif RT dan RW se-Palopo Akan Naik

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Dua Pekerja Bangunan Alfa Midi Nyaris Tewas Kesetrum
Next Article Besok, Panwas Laporkan Pemalsuan Tandatangan Warga

You Might Also Like

Metro

Masalah PAD, Judas Kumpulkan Camat dan Lurah

22 Juli 2013
Politik

Keputusan Soal Pelanggaran Ome di PSU Palopo Tunggu Hasil Konsultasi KPU RI

7 April 2025
Ekonomi

2014, Pengangguran di Palopo Diproyeksi Turun 0,06 Persen

18 November 2013
Hukum

Residivis Curanmor Ditangkap Polisi

21 Agustus 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?