Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo dijaga lima orang personil Kepolisian dari Polres Palopo. Penjagaan SPBU ini dilakukan menyusul adanya aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi hampir di seluruh wilayah Nusantara, tidak terkecuali di Kota Palopo. Kapolres Palopo, AKBP Guntur Tanjung mengatakan, penempaan personilnya d SPBU selain untuk menjaga adanya aksi demonstrasi di SPBU juga untuk menghindai adanya oknum tertentu yang ingin melakukan penimbunan BBM.
“Polisi yang kita tempatkan di SPBU ada lima orang, Hal tersebut kita lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diiginkan menjelang kenaikan harga BBM,” kata Guntur.
Sejauh ini, aksi demonstari mahasiswa menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut. Seperti yang terjadi di Jl Dr Ratulangi, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palopo melakukan aksi penolakan harga BBM.(*)
Haswadi




