Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Ikbal: Jantung Demokrasi Terletak Pada Data Pemilih
News

Ikbal: Jantung Demokrasi Terletak Pada Data Pemilih

Redaksi
Redaksi Published 2 September 2013
Share
1 Min Read
SHARE
Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Latif mengingatkan Seluruh jajaran pelaksana pemilihan tingkat KPU Kabupaten hingga Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat keluruhan agar tetap menjaga persoalan data pemilih pada Pemilu legislatif 2014 mendatang.
Menurut Ikbal, data pemilih adalah jantung demokrasi yang wajib dijaga. “Proses pemilu yang paling krusial adalah data pemilih dalam sistim politik demokrasi berhubungan dengan legitimasi, semakin banyak orang terdata dan berpartisipasi semakin kuat legitimasi,” kata Ikbal.
Menurutnya, hampir seluruh persoalan pemilu, sumbernya berasal dari data pemilih. Dia mencontohkan, di Kabupaten Enrekang data pemilih meningkat hingga 5.000 dan ini perlu dicermati karena dapat menimbulkan kecurigaan.
Olehnya itu lanjutnya, tugas PPK dan PPS sangat penting dan bekerja secara maksimal dan independen.
Setiap tahun trend partisipasi pemilu mengalami penurunan padahal dalam proses demokrasi semakin tinggi partisipasi maka makin baik demokrasi dan salah satunya adalah pendataan pemilih yang akurat.
Diuraikan, setidaknya ada lima  kelompok masyarakat yang rendah adalah pertama kelompok pemilih pemula, (tidak mendapat pendidikan politik yang baik yang akhirnya bersifat apatis). Kedua kelompok yang mengalami keterbatasan fisik.  Ketiga kelompok marginal (buruh serabutan). Kelompok perempuan dan, Kelima kelompok agama.
Kendala itu, menurut Ikbal, harus dimulai dengan pendataan dan kerja maksimal.
Aziz

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Kasi Bimas Islam Kemenag Palopo Ajak Profesional Lanjut Studi di Pascasarjana UIN Palopo

Tim Fahmil Qur’an Putra Luwu Timur Raih Emas Pertama di MTQ Sulsel 2026

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kampanye di Larompong, Cakka-Amru Akui Ada yang Menyebar Fitnah
Next Article Kades Komba Selatan Diperiksa Panwaslu Selama 2 Jam

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Bupati Luwu Utara Buka Muscab V Pramuka, Tentukan Arah Organisasi Lima Tahun

17 April 2026
Metro

15 Peserta Asal Luwu Timur Lolos Final MTQ Sulsel 2026 di Maros

17 April 2026
Ekonomi

Lapangan Kerja Luwu Timur Bertambah, Pengangguran Turun pada 2025

17 April 2026
Metro

Sekda Lutim Tegaskan Disiplin Jam Kerja ASN

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?