Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Latif mengingatkan Seluruh jajaran pelaksana pemilihan tingkat KPU Kabupaten hingga Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat keluruhan agar tetap menjaga persoalan data pemilih pada Pemilu legislatif 2014 mendatang.
Menurut Ikbal, data pemilih adalah jantung demokrasi yang wajib dijaga. “Proses pemilu yang paling krusial adalah data pemilih dalam sistim politik demokrasi berhubungan dengan legitimasi, semakin banyak orang terdata dan berpartisipasi semakin kuat legitimasi,” kata Ikbal.
Menurutnya, hampir seluruh persoalan pemilu, sumbernya berasal dari data pemilih. Dia mencontohkan, di Kabupaten Enrekang data pemilih meningkat hingga 5.000 dan ini perlu dicermati karena dapat menimbulkan kecurigaan.
Olehnya itu lanjutnya, tugas PPK dan PPS sangat penting dan bekerja secara maksimal dan independen.
Setiap tahun trend partisipasi pemilu mengalami penurunan padahal dalam proses demokrasi semakin tinggi partisipasi maka makin baik demokrasi dan salah satunya adalah pendataan pemilih yang akurat.
Diuraikan, setidaknya ada lima kelompok masyarakat yang rendah adalah pertama kelompok pemilih pemula, (tidak mendapat pendidikan politik yang baik yang akhirnya bersifat apatis). Kedua kelompok yang mengalami keterbatasan fisik. Ketiga kelompok marginal (buruh serabutan). Kelompok perempuan dan, Kelima kelompok agama.
Kendala itu, menurut Ikbal, harus dimulai dengan pendataan dan kerja maksimal.
Aziz




