Salah seorang warga Dusun Palumba Desa Asuli Kecamatan Towuti, Sanewe Lombuiu dikabarkan menghilang sejak, Minggu (29/09/13) lalu hingga saat ini belum juga ada kabar.
Nenek yang berusia 84 tahun ini diperkirakan warga telah menghilang dilereng perbukitan lembo yang terletak dibelakang rumahnya sendiri. Puluhan warga setempat dan Badan Sar Nasional (Basarnas) Bone, tim Sear And Rescue (SAR) Malili saat ini masih melakukan pencarian.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga memperkirakan nenek Sanewe tersesat di lereng perbukitan Lembo. Sementara sejumlah warga sekitar mengkwatirkan jika nenek ini disembuyikan makhluk halus penghuni Gunung Lembo yang dikenal angker. Saat meninggalkan rumah, nenek Sanewe memakai baju warna hijau tua, rok rempel warna hijau muda bermotif bunga-bunga, memakai sandal berwarna orange, tinggi badan 140 cm dengan potongan rambut sebahu dan telah dipenuhi uban warna putih.
Salah seorang anaknya, Yuli Susanti mengatakan jika orang tuanya memang tidak betah tinggal di rumah.
“Setiap hari baik pagi maupun sore ibu selalu jalan-jalan di sekitar rumah hingga di areal perkebunan sekitar perbukitan Lembo yang terletak di belakang rumah kami. Beliau marah jika anak-anaknya mengingatkan agar tinggal saja istirahat di rumah karena usianya yang sudah tua namun dia hanya mengabaikan ingatan itu,” ungkap Yuli.
Sementara itu, Koordinator Sear And Rescue (SAR) Ligas Luwu Timur, Saifullah mengatakan upaya pencarian telah dilakukan selama 6 hari dengan melibatkan Basarnas Bone, tim sar Malili hingga anjing pelacak milik PT. Vale dibantu puluhan warga dan kerabat korban, namun hasilnya nihil.
“Upaya pencarian akan dihentikan hari ini karena telah dilakukan selama 7 hari. Ini juga telah sesuai dengan prosedur standar seperti yang diatur dalam Undang-undang,” tutup Saifullah.
Alpian Alwi




