Pengisian lumbung pangan pada program pengembangan cadangan pangan telah sukses menekan angka rawan pangan di Kabupaten Luwu Utara. Pasalnya, kegiatan ini menyentuh langsung ke masyarakat bawah yang notabene masyarakat miskin.
Dari data yang di himpun, Sejak tahun 2009-2010 jumlah desa yang masuk kategori rawan pangan sebanyak 44 desa. Namun dari tahun ke tahun angka tersebut semakin menurun. Seperti pada tahun 2010-2011 angka rawan pangan menjadi 38 desa dan pada tahun 2011-2012 menjadi 32 desa.
Kepala Sub Bidang (Kasubid) Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Luwu Utara, Yasri mengatakan penurunan angka rawan pangan ini berkat dari intervensi dari pemerintah melalui program-program yang menyentuh langsung ke masyarakat bawah. Sementara untuk tahun 2012-2013 ini, pendataan lewat identifikasi lapangan yang intensif ke sejumlah desa yang rawan pangan.
“Alhamdulillah, jumlah desa rawan pangan di Luwu Utara setiap tahunnya semakin menurun. Sementara untuk tahun 2013 ini kami yakin juga akan menurun,” ungkap Yasri.
Menurut Yasri, penurunan jumlah desa rawan pangan ini salah satunya adalah pengisian lumbung pangan di sejumlah desa rawan pangan. dimana pada setiap lumbungnya mendapatkan 2 ton beras.
“Selain pengisian lumbung pangan juga optimalisasi lahan persawahan, pemanfaatan pekarangan, serta pembinaan lewat metode penyuluhan kepada masyarakat juga menjadi salah satu faktor penekanan.
“Tentu tidak hanya satu intervensi pemerintah. Selain pengisian lumbung pangan, ada juga optimalisasi lahan persawahan, pemanfaatan pekarangan, serta pembinaan lewat metode penyuluhan kepada masyarakat,” ungkap Yasri.(*)
Rls/Lukman Hamarong




