Menuai sorotan soal pembagian Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang melibatkan kehadiran Badan pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Andi Timo Pangerang, pada penyerahan simbolis BSM kepada perwakilan siswa di Gedung Olah Raga (GOR) Palopo, Senin (27/1/14) siang tadi, , langsung mendapat jawaban dari Pemerintah Kota Palopo.
Melalui Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin mengatakan seharusnya masyarakat melihat sisi positif dari pelibatan pihak BPK RI dan Komisi XI DPR RI tersebut. Menurutnya, dirinya bersama Wali Kota Palopo, Judas Amir memang menginginkan agar masyarakat melihat secara langsung pemerintahan ini bekerja secara transparan.
“Coba kita lihat sisi positifnya, dengan pelibatan BPK RI dalam acara tersebut, masyarakat secara nyata dapat mengetahui langsung berapa nilai bantuan yang diturunkan dari pusat, dan jumlah itulah yang akan diterima masyarakat tanpa ada potongan apapun,” ujar Akhmad.
Terkait tidak jalannya proses belajar mengajar akibat siswa dan guru yang dihadirkan langsung dalam acara tersebut, justru ditanggapi santai oleh Akhmad.
“Saya kira kalau satu hari tidak belajar itu tidak apa-apa, apalagi momentumnya seperti ini, sekali dalam setahun,” ujar Akhmad.
Sebelumnya, Ketua Komite SMA Negeri III Palopo, Baharman Supri menyorot kegiatan penyerahan BSM tersebut, yang dinilai telah mengorbankan proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah. Selain itu, terkesan ada agenda politik dengan hadirnya Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Andi Timo Pangerang, yang juga merupakan calon anggota legislatif dari partai Demokrat.
“Saya menduga, ada agenda politik di balik acara ini, sebab baru tahun ini ada prosesi seperti ini. Tahun ini memang aneh, segala sesuatu dikaitkan dengan politik,” ujarnya.
Dia pun menyarankan agar pemerintah harusnya mengetahui fungsi dan tugas masing-masing lembaga, terutama BPK RI. “Seharusnya pihak pemerintah ke BPK hanya sebatas koordinasi dan konsultasi saja mengenai proses dan tahapan pembagian BSM ini, tidak perlu sampai mereka hadir seperti ini serta mobilisasi guru dan siswa dalam jumlah besar,” tegasnya.
Untuk diketahui, pembagian BSM tahun ini dibagikan oleh pemerintah kepada lebih dari 11 ribu, dari tingkatan SD, SMP, dan SMA/SMK. Jumlah dana yang dibagikan bervariasi, untuk SD mendapatkan bantuan sebesar Rp.360 ribu, SMP sebesar Rp550 ribu, dan SMA/SMK sebesar Rp780 ribu. Total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk BSM di Kota Palopo ini mencapai Rp3,2 miliar.
Pada acara pembagian BSM ini, dihadiri oleh perwakilan BPK RI wilayah VI, Rizal Djalil, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Andi Timo Pangerang, Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) RI Hamid M, dan Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) RI Ahmad Jazied.




