Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan jika Pemerintah Kabupaten Luwu Utara tidak akan memberikan toleransi kepada pejabat yang bermain mata sehingga menerbitkan SK bodong alias palsu kepada honorer fiktif. Menurut Indah, tindakan itulah sebagai sumber masalah terjadinya kisruh dan protes honorer K-2.
“Kita tunggu tahapannya, namun jika ada pejabat yang terbukti telah menerbitkan SK kepada honorer siluman ini, akan dipecat,” ujar Indah saat menemui ratusan demonstran yang menuntut agar Pemerintah Kabupaten Luwu Utara membatalkan pengumuman kelulusan tes CPNS oleh Kemenpan-RB RI.
Para pendemo menyinyalir, terjadinya permainan dalam perekrutan CPNS dari jalur honorer K-2 ini, terbukti sejumlah nama yang dinyatakan lulus itu kebanyakan keluarga dan kerabat pejabat di Lutim.
Mereka pun meminta pemerintah Kabupaten Luwu Utara melakukan varifikasi terhadap honorer K-2 yang telah dinyatakan lulus, dan merekomendasikan pembatalan kelulusan mereka jika terbukti merupakan honorer siluman.




