Asisten Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Palopo mengaku jika pemadaman yang kerap terjadi di Luwu Utara ini disebabkan karena adanya faktor alam sehingga pasokan aliran listrik masuk ke wilayah ini berkurang.
“Selain karena faktor alam, sistem jaringan dari PLN Provinsi juga penyebab terjadinya pemadaman,” ungkap Najamuddin, saat menjelaskan alasan pemadaman listrik diruang rapat gabungan komisi DPRD Luwu Utara, Jum’at (28/11/14).
Selain itu, kepala Rayon PLN Masamba, Meti Piter mengaku banyak keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik. Menurutnya, pemadaman ini terjadi disebabkan karena pasokan listrik yang masuk di wilayah ini kurang 3 Mega Watt.
“Sampai saat ini pasokan daya listrik yang masuk hanya sekitar 12 Mega Watt sementara untuk normalnya suplai pasokan daya listrik yang di butuhkan sebanyak 15 Mega Watt jadi kita masih membutuhkan sekitar 3 Mega Watt agar normal,” ungkP Meti.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertambangan Luwu Utara, Suaib Mansyur mengatakan jika pemerintah daerah sudah melakukan konsultasi dengan pihak kementerian dan PLN Sulselbar terkait pemadaman ini.
“Sekarang kita hanya di minta untuk menyiapkan lahan dan Bupati sudah merespon tinggal pihak PLN bagaimana mengusulkan itu untuk pembuatan gardu induk di Luwu Utara agar pasokan listrik bisa terpenuhi,” ungkap Suaib.
Sebelumnya, masyarakat melayangkan surat protes terhadap PLN terkait kerapnya terjadi pemadaman listrik ke DPRD Luwu Utara. Sementara rapat dengar pendapat ini dipimpin, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma, didampingi Ketua Komisi dua, Basir serta dihadiri oleh Pihak PLN Palopo, Najamuddin, kepala Rayon Ranting PLN Masamba, Meti Piter dan sejumlah masyarakat Luwu Utara.




