Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Siddiq: PLN Terkesan Bodohi Warga Luwu Timur
DPRD Luwu Timur

Siddiq: PLN Terkesan Bodohi Warga Luwu Timur

Redaksi
Redaksi Published 2 Juni 2015
Share
4 Min Read
Wakil ketua DPRD Luwu Timur, Muhammad Siddiq.
SHARE

Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Muhammad Siddiq BM menyayangkan sikap PT PLN yang terkesan membodohi masyarakat Luwu Timur terkait kondisi listrik di daerah itu. Pasalnya, kondisi listrik yang kerap mengalami pemadaman hampir setiap harinya oleh PT PLN, tidak kunjung mengalami perbaikan.

“PLN hanya mau enaknya saja, apa investasi PT PLN di Luwu Timur yang bisa membuat kondisi listrik bisa lebih baik, justru hanya untung yang mereka inginkan dari perolehan listrik yang mereka dapat dari PT Vale Indonesia,” ungkap Siddiq.

Dia menguraikan, ada kesan PT PLN sengaja menciptakan kondisi pemerintah berhadapan dengan PT Vale Indonesia untuk meminta bantuan tambahan daya.

Baca Juga

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

“Pemerintah Luwu Timur dibuat berhadapan dengan PT Vale Indonesia untuk mendesak bantuan tambahan daya dari Pt Vale, padahal yang mendapatkan keuntungan dari tambahan daya itu adalah PLN. Saya melihat ada kesan kesengajaan kondisi listrik ini diciptakan tidak stabil,” ungkap Siddiq.

Menurutnya, kesan ini terlihat setelah beberapa kali dipanggil oleh DPRD Luwu Timur untuk dimintai solusi atas kondisi listrik yang kerap mengalami pemadaman, PLN selalu justru mendesak Pemerintah dan DPRD Luwu Timur untuk meminta daya tambahan dari PT Vale Indonesia.

“Kenapa justru tidak ada solusi dari PLN sendiri, seperti mengadakan genset darurat, atau lainnya yang bisa mengantisipasi pemadaman listrik di daerah ini,” tegasnya.

Siddiq pun menyebut Luwu Timur sebagai salah satu daerah penyumbang listrik ke PLN, hanya bisa meratapi nasib mengalami pemadaman listrik hampir setiap hari. Hampir tiap kali pemadaman listrik terjadi, alasan mereka adalah terjadi kerusakan di jaringan PLN.

“Pertanyaan saya, apakah kerusakan jaringan ini terjadi setiap hari? Lantas apa investasi PLN di daerah ini, sumber listrik mereka peroleh dari PT Vale dan PLTM Salunoa dengan total sebesar 10 MW, seharusnya jika terjadi devisit daya, sisanya itu harus diupayakan oleh PT PLN, jangan lagi melimpahkannya ke pemerintah,” ujar Siddiq.

Sebelumnya, Manager PT PLN Cabang Palopo, Paultje Mangundap menilai kondisi listrik saat ini di Luwu Timur masih mengalami devisit daya sebesar 3 Mega Watt (MW) dari total kebutuhan listrik disaat beban puncak sebesar 13 MW. “Kami sudah berulang kali menyampaikan solusi kelistrikan ini ke pemerintah, namun tampaknya hingga kini tidak pernah ditindak lanjuti,” tegasnya.

Solusi yang ditawarkan PLN yakni meminta pemerintah melakukan lobi ke PT Vale Indonesia untuk menyumbangkan lagi listrik sebesar 3 MW untuk menutupi devisit daya yang terjadi saat ini.

“Ini solusi untuk sementara waktu saja, tidak perlu sepanjang hari sumbangan listrik dari PT Vale Indonesia, cukup pada saat malam hari atau beban puncak saja, dan hingga pembangunan GI di Malili dan Wotu selesai terlaksana,” beber Paultje.

Solusi lainnya, yakni dengan mempercepat realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Ussu, Kecamatan Malili, oleh PT Bukaka Group yang terkendala pada pemasangan pipa yang belum mendapat izin dari pemerintah.

“Pembangunan PLTA Ussu ini sudah mencapai 70 persen, jika pembangunannya tuntas, bisa menyumbangkan listrik sebesar 2 MW, dan ini juga merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lutim,” ungkap Pautje.

Dia mengatakan, jika solusi yang ditawarkan ini tidak dijalankan, maka dia memprediksi kondisi listrik baru normal paling lambat 2017 mendatang. “Baru normal jika GI di Wotu dan Malili dapat difungsikan, dan hal itu baru terwujud paling lambat tahun 2017 mendatang, dengan estimasi pembangunan GI Wotu dikerjakan sekitar dua tahun lamannya,” kata Paultje.

Grafis:

Total Kebutuhan Daya di Lutim (Beban Puncak) = 13 MW
Sumbangan Listrik dari PT Vale Indonesia = 8 MW
Sumbangan Listrik dari PLTM Salunoa = 2 MW
Total devisit saat ini = 3 MW

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

Tim Fahmil Qur’an Putra Luwu Timur Raih Emas Pertama di MTQ Sulsel 2026

15 Peserta Asal Luwu Timur Lolos Final MTQ Sulsel 2026 di Maros

Lapangan Kerja Luwu Timur Bertambah, Pengangguran Turun pada 2025

Sekda Lutim Tegaskan Disiplin Jam Kerja ASN

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Hanura Optimis Usung Kader Di Pilkada
Next Article Kondisi Listrik di Luwu Timur akan Diadukan ke Jakarta

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Pemkab Luwu Timur Percepat Integrasi Call Center 112 untuk Respons Darurat

15 April 2026
Pendidikan

SMPN 1 Mangkutana Siapkan Atlet Terbaik Hadapi O2SN

10 April 2026
Pendidikan

229 Siswa SMPN 1 Mangkutana Ikuti Tes Kemampuan Akademik

8 April 2026
Hukum

Jaksa Beri Edukasi Hukum Kepada Pelajar, Bahaya Narkoba hingga Judi Online Jadi Sorotan

7 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?