PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengalokasikan daya sebanyak 5 Mega Watt (MW) untuk mengantisipasi krisis listrik di Kabupaten Luwu Timur pada bulan April 2016 mendatang.
Alokasi daya itu dilakukan setelah penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo mendatangi General Manajer PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) di Kantor PLN Sulselrabar, jalan Hertasning Makassar.
Sebelumnya, PLN telah mensuplai listrik tambahan sebanyak 1,3 Mega Watt untuk mengatasi krisis listrik yang selama ini terjadi didaerah yang dijuluki Bumi Batara Guru.
Namun, kata Irman, tambahan itu di rasa masih jauh dari cukup sehingga adik kandung Syahrul Yasin Limpo itu kembali mendatangi kantor PLN di Makassar.
“Insya Allah penambahan 5 mega watt listrik di kabupaten Luwu Timur akan kami realisasikan pada bulan April hingga Mei mendatang,” ungkap GM PLN Sulselrabar, Warsito Adi di hadapan Penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo.
Penambahan daya tersebut dalam bentuk Genset dalam kontainer yang akan ditempatkan diwilayah Kecamatan Tomoni dan Kecamatan Wotu.
Selama 5 bulan menjadi penjabat Nupati di Luwu Timur, Irman Yasin Limpo sudah pengupayakan 6,3 mega watt tambahan suplai listrik.
Selain itu, pemerintah daerah Luwu Timur tahun ini telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan Penerangan Jalan bertenaga Surya.
“Tahun ini kita akan menempatkan lampu tenaga surya di 900 titik untuk penerangan,” ungkap Irman.
Menurut none, sapaan akrab Irman Yasin Limpo, Tercukupinya suplai listrik di Luwu Timur juga menjadi perhatian utamanya, sebab listrik adalah hal yang sangat vital bagi bergeraknya roda pembangunan suatu daerah.
Krisis listrik yang terjadi beberapa waktu belakangan, juga diperparah oleh fenomena alam elnino atau musim kering yang cukup panjang tahun ini.
Menurunnya debit air disejumlah pembangkit listrik besar disulawesi selatan yang ada di bakaru, Cakkaruddu, dan Poso juga berakibat pada terganggunya suplai listrik ke beberapa daerah.




