Keluarga Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 telah menggelar doa bersama yang berlangsung dikediaman orang tua Rinaldi dijalan L. Towollo, Dusun Benteng, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Minggu 3 April sore tadi.
Doa dan pengajian bersama tersebut dalam rangka mendoakan Rinaldi, salah seorang dari 10 ABK yang saat ini dalam penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Selain masyarakat setempat dan keluarga korban, Camat Wotu, Awaluddin, Kepala Desa (Kades), Bawalipu, Solihin B Kaniyu dan Kades Lampenai, Sainal juga terlihat ikut mendoakan.
Amiruddin, ayah kandung Rinaldi mengatakan, doa bersama yang akan dipimpin ustad Solihin ini dalam rangka meminta kepada Allah SWT agar memberikan keselamatan kepada putranya (Rinaldi) termasuk 9 ABK Brahma 12 yang tengah disandera di Filipina.
Selain itu, dirinya juga mendoakan Pemerintah Indonesia agar diberikan kemudahan dalam penyelamatan 10 ABK tersebut.
“Semoga Allah menyelamatkan anak saya termasuk teman lainnya yang saat ini masih disandera di Filipina,” harapan Amiruddin yang disampaikan kepada awak media.
Sebelumnya diberitakan, dua kapal Indonesia telah dibajak oleh kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina. Dua kapal tersebut yakni kapal tugboat Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12.
Kedua kapal itu telah membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
Saat ini kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp14,2 miliar dalam waktu hingga tanggal 8 April mendatang.




