Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam melakukan tanam perdana padi dilokasi cetak sawah di Desa Manurung Kecamatan Malili, Kamis (21/04/16).
Selain Wakil Bupati, tanam perdana ini juga diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) diantaranya Ketua DPRD, Amran Syam, Kapolres, AKBP Moh. Alpian Hidayat, Kajari Malili, Ida Komang Ardhana, Perwira Penghubung, Simon Marthes dan Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian TPH Prov. Sulsel, Uvan Shagir.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, pemerintah kedepan akan lakukan pemetaan potensi terhadap produk-produk pertanian disetiap kecamatan dan desa berupa master plan. Hal ini penting
dilakukan untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan disetiap wilayah agar hasilnya menjadi lebih maksimal.
Ia mencontohkan, misalnya wilayah Kecamatan Mangkutana dan sekitaranya, saat ini memang yang sangat potensial adalah padi. Tentu kedepannya pemerintah akan upayakan menarik investor untuk mengelola ini agar menjadi produk jadi yang telah dikemas baik.
“Jangan seperti saat ini, produksi padi kita cukup menjanjikan tapi masih berupa gabah dan belum menjadi produk beras yang telah dikemas. Kedepan pola ini akan kita rubah dan mengupayakan hingga menjadi produk jadi agar petani kita lebih sejahtera lagi,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Muharif mengatakan, alokasi kegiatan cetak sawah untuk Luwu Timur tahun 2016 seluas 1.400 hektar dengan total anggaran mencapai Rp22 Miliar lebih yang bersumber dari dana APBN melalui dana dekonsentrasi pada satker dinas pertaninan TPH Provinsi Sulsel yang tersebar di 39 kelompok tani, 12 desa dan 5 kecamatan.
Muharif merincikan, di Kecamatan Burau meliputi Desa Lumbewe seluas 46 hektar, di Kecamatan Wotu meliputi Desa Bahari seluas 30 hektar, Desa Lampenai seluas 179,5 hektar, Desa Bawalipu seluas 27,75 hektar, dan Desa Lera seluas 15 hektar.
Selanjutnya di Kecamatan Malili khususnya di Desa Manurung seluas 43,6 hektar, Desa Pasi-Pasi seluas 98 hektar. Kemudian di Kecamatan Wasuponda di Desa Parumpanai seluas 91 hektar. Terakhir di Kecamatan Towuti di Desa Mahalona seluas 171 hektar, Desa Kalosi seluas 157,35 hektar, Desa Libukang Mandiri seluas 155,80 hektar dan di Desa Tole seluas 385 hektar.
“jika dulunya pengelolaan dan pelaksanaan fisik cetak sawah ditangani langsung kelompok tani penerima bantuan, untuk tahun 2016 ini, pengelolaan anggaran dan pelaksanaan fisik dilakukan oleh Direktorat Zeni Mabes TNI-AD, dan ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2016,” tutupnya.




