Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Andi Eviana merilis, sebanyak 17 ribu rumah warga telah digenangi oleh banjir.
Angka tersebut tercatat dari 27 desa untuk enam kecamatan yang ada di Luwu Utara yang mengalami banjir.
Selain rumah warga, Musibah ini juga telah merusak areal perkebunan, pertanian, tambak dengan taksiran kerugian hingga Rp50 Miliar.
Informasi yang dihimpun, banjir yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara ini tak kunjung surut.
Bahkan, banjir yang sebelumnya hanya melanda dua kecamatan namun banjir tersebut meluas dan bertambah menjadi enam kecamatan.
Enam kecamatan tersebut yakni kecamatan Sabbang, Baebunta, Sukamaju, Mappideceng, Malangke dan Malangke barat. Dari enam kecamatan ini, sebanyak 27 desa yang terendam.
Sementara kondisi terparah saat ini dialami desa Kalitata dan desa Cenning, Kecamatan Malangke Barat dengan rata – rata banjir setinggi 80 sentimeter sehingga aktivitas warga lumpuh.
Najemiah, Warga Desa Cenning mengatakan, jika banjir terjadi semua warga akan mengalami krisis air dan susah mendapatkannya.
“Untuk mendapatkan air bersih harus berjalan hingga 700 meter itupun harus antri dengan warga lain, di sumur yang dibangun oleh BPBD,” Ungkapnya kepada awak media.
Banjir yang melanda Luwu Utara ini, dipicu akibat intensitas curah hujan yang tinggi terjadi terus menerus sehingga sungai rongkong meluap.




