Kabupaten Luwu Timur akan terbebas dari Minuman Keras (Miras), Judi, dan Narkoba. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1437 H.
Tokoh masyarakat Wotu, Pahrum Lamoto mengatakan, beberapa persoalan yang mengganggu Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) itu diantaranya adanya beberapa titik arena bilyar ilegal yang berpotensi menjadi arena judi yang banyak tersebar di Wotu.
Disamping itu, peredaran Miras Cafe-cafe yang tidak berizin juga harus ditindak tegas. “Untuk menjaga Kamtibmas, tempat – tempat seperti itu harus ditindaki, apa lagi saat ini akan memasuki ramadhan,” ungkap mantan legislator Luwu Timur itu.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, pertemuan ini sangat penting dalam rangka antisipasi dini terhadap berbagai persoalan yang mungkin saja terjadi terutama menyangkut stabilitas dan keamanan daerah.
Menurutnya, gesekan yang terjadi antara dua kelompok remaja beberapa waktu lalu di Kecamatan Wotu tentu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Namun, persoalan mendasar dari perilaku remaja disebabkan karena mereka umumnya masih menganggur sehingga pelariannya ke minuman keras, narkoba yang bisa di peroleh di cafe-cafe.
“Pemerintah kedepan akan menegaskan untuk memperketat aturan minuman keras, termasuk menutup Cafe yang tidak punya izin sebab sumber utama permasalahan itu disebabkan karena persoalan miras,” ungkapnya.
Irwan juga menegaskan, program yang akan dilakukan pemerintah seperti menjadikan kawasan Wotu sebagai Pusat Industri Perikanan dan Rumput laut, termasuk pula membangun pabrik untuk pengolahan sawit. “ini semua untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak berjanji berbagai persoalan yang menjadi penyebab utama konflik sosial seperti miras, judi, narkoba akan di berantas.
“Gerakan berantas miras, judi, narkoba akan semakin maksimal jika di dukung penuh dari masyarakat. Itu artinya, jika ada terjadi disekitar wilayah kita, saya minta segera laporkan,” ungkap Parojahan.
Soal arena bilyar dan Cafe, Parojahan mengatakan, akan bersama-sama pemerintah melakukan penertiban. “Apalagi yang tidak memiliki izin, tentu akan dilakukan tindakan seperti penutupan. Kami berharap masyarakat ikut terlibat memantau, mengawasi dan laporkan,” ungkapnya.
Ketua DPRD, Amran Syam mengaku akan mendukung penuh program pemerintah untuk berantas miras. ” kami di dewan selalu siap mendukung dan memfasilitasi,” ungkap Amran.
Dialog tersebut berlangsung di Cafe Maccarita, Kecamatan Wotu, Rabu (25/6/16) dengan acara Mabbulo Sibatang. Acara ini juga mengusung tema memaknai kearifan lokal “lalambate Tarantajo” kita wujudkan stabilitas keamanan yang kondusif dalam menyambut bulan suci ramadhan 1437 H.




