Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur melalui komisi satu meminta dinas Pendidikan turun melakukan investigasi ke Yayasan Pendidikan Soroako (YPS) di kecamatan Nuha, Kamis (23/6/16).
Wakil ketua komisi satu DPRD Luwu Timur, Herdinang mengatakan, komisi satu telah meminta dinas terkait dalam hal ini dinas Pendidikan untuk melakukan investigasi dan uji kelayakan di YPS.
Pasalnya, uji kelayakan itu dilakukan berdasarkan adanya aspirasi dari masyarakat soal tidak terakomudirnya putra – putrinya di yayasan tersebut.
“Kami sudah meminta kepada dinas terkait untuk turun uji kelayakan apakah ruang kelas di YPS itu masih dapat ditambahkan siswanya atau tidak,” ungkap Herdinang.
Namun kata Herdinang, jika ruang kelas tersebut sudah tidak dapat dilakukan penambahan siswa maka alternatif lain adalah menambah ruang kelas lainnya.
“Ada informasi kalau ada ruangan yang masih kosong dan difungsikan sebagai gudang sehingga ruangan itu bisa kembali difungsikan untuk ruang belajar apa lagi memang ruangan tersebut adalah bekas ruang belajar,” ungkapnya.
Saat ini, kata Herdinang merupakan tahap penerimaan para siswa baru sehingga dirinya berharap agar 63 siswa tersebut dapat diakomudir di yayasan itu.
“Kita sudah meminta dinas terkait untuk mengeluarkan rekomendasi hasil uji kelayakan itu. Harusnya, sebagai yayasan dari PT Vale dapat memperhatikan anak karyawannya,” ungkap Herdinang.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) Luwu Timur, Ismail mengatakan, pihaknya saat ini sudah turun melakukan uji kelayakan di YPS.
Nantinya, hasil uji kelayakan itu akan dilaporkan ke pimpinan dalam hal ini Bupati untuk nantinya dibuatkan rekomendasi. “Setiap tahun pasti ada masalah di situ (YPS) dan sepertinya pihak yayasan tidak mau pusing, hasil investigasi ini nantinya akan kita laporkan ke Bupati,” ungkapnya.




