Sebanyak 13 orang rombongan anggota DPRD Bangka Barat mengunjungi kabupaten Luwu Timur, Kamis (22/9/16). Studi banding soal perkebunan lada tersebut dipimpin langsung ketua DPRD Bangka Barat, Hendra Kurniadi.
Rombongan ini dijamu oleh wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam dan SKPD terkait diaula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati di kecamatan Malili.
Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam mengatakan, kunjungan yang dilakukan oleh rombongan Bangka Barat merupakan kehormatan Luwu Timur. Apa lagi, kunjungan tersebut dalam rangka studi banding perkebunan lada yang ada di Mahalona.
“Terima kasih atas kunjungan saudara karena telah memilih Luwu Timur sebagai tempat untuk studi banding soal perkebunan lada,” ungkap Amran.
Ketua Asosiasi Petani Lada Indonesia (APLI) Luwu Timur mengakui kalau dirinya tidak menyangka lada di Luwu Timur terdengar bagus hingga di Bangka Barat.
Selain Lada di Luwu Timur memang bagus, Media juga sangat berperan dalam pemberitaan,” ungkap legislator partai Golongan Karya (Golkar).
Ketua DPRD bangka barat, Hendra Kurniadi mengatakan, dirinya tertarik melakukab studi banding ke Lutim dikarenakan petani lada Lutim yang terlihat makmur dan sejahtera.
“Kami baca di berita, petaninya saja punya mobil Fortuner dan Pajero dirumah. Mereka jelas sukses dan sejahtera,” ungkap Hendra.
Menurutnya, salah satu keluhan petani lada dirasakan dari harga lada yang turun sementara di negara asing harga lada sangat fantastik.
“Kita ingin belajar cara mengembangkan lada agar petani lada di Bangka Barat juga dapat semakmur petani di Luwu Timur dan harga lada yang tidak dimainkan para tengkulak,” Ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mempersilahkan para investor untuk melakukan investasi di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini.
Dirinya berharap, Luwu Timur kedepan sudah memiliki pabrik pengolahan lada yang dekat dengan Petani dengan harapan agar petani tidak dipermainkan oleh para tengkulak.
“Barangkali bapak-bapak ada jaringan, bisa hubungi kami selaku pemerintah daerah atau lewat asosiasi petani lada Luwu Timur,” ungkap Irwan.




