Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) XXVII Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Guru Wotu-Burau Tahun Buku 2016 digelar. RAT ini dihadiri para pengurus dan anggota koperasi yang berasal dari Guru TK dan Guru SD se Kecamatan Wotu-Burau itu berlangsung di Gedung Hotel Sikumbang Kec.Tomoni, Sabtu ( 04/03/2017).
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan kab Luwu Timur, Amir Kapeng membuka secara resmi acara ini. Turut hadir pula Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM, Rosmiati Alwy, Sekdis Pendidikan, Amrullah, dan Camat Wotu, Irawan.
Ketua KPRI Sejahtera Wotu-Burau, Supriadi yang diwakili oleh Suwarno melaporkan Koperasi KPRI Sejahtera Wotu-Burau ini berdiri tahun 1989. Hingga tahun buku 2015 jumlah anggota telah mencapai 310 anggota. “Jumlah anggota ini terus bertambah. Untuk tahun buku 2016, jumlah anggota yang terdata mencapai 310 anggota” jelasnya.
Lanjut Suwarno, jumlah anggota ini merupakan potensi cukup besar dalam menggerakkan roda organisasi koperasi, baik melalui usaha simpan pinjam, maupun usaha lainnya. Tidak heran modal KPRI Sejahtera dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
“Untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) 2016, KPRI Sejahtera sebesar Rp 1.179.647.900,” ucapnya.
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan kab Luwu Timur, Amir Kapeng yang mewakili Bupati Luwu Timur mengatakan koperasi merupakan potensi besar dalam membangun kesejahteraan dan kemandirian anggotanya. Menurutnya keberadaan koperasi membawa dampak ekonomi yang baik. Oleh karena itu pemerintah sangat mendukung pengembangan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Selain itu, koperasi sangat relevan dalam situasi dimana dinamika kehidupan masyarakat terus berkembang dan berubah setiap saat. Karena itu, katanya, keberadaan KPRI Sejahtera yang sudah banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Ke depan diharapkan akan semakin baik. “Bila ditinjau dari sudut pandang organisasi, RAT seperti ini merupakan wahana yang sangat strategis bagi pertanggungjawaban manajerial organisasi koperasi” tandasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Rosmiati Alwy dalam laporannya mengatakan RAT ini, memiliki arti penting dan strategis untuk meningkatkan kinerja dan daya saing bagi organisasi KPRI Sejahtera Wotu-Burau yang telah berusia 27 tahun sejak berdirinya sejak tahun 1989.
Rosmiyati menilai, dari aspek keanggotaan dan permodalan, koperasi merupakan pilar dan sumber kekuatan bagi kelangsungan hidup lembaga perkoperasian. Sejauh ini, hal tersebut dinilai telah diimplementasikan dengan baik oleh manajemen KPRI Sejahtera.




