Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: Panen Raya Nasional di Tana Luwu: Petani Menjadi Aktor Utama Swasembada
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Panen Raya Nasional di Tana Luwu: Petani Menjadi Aktor Utama Swasembada
Ekonomi

Panen Raya Nasional di Tana Luwu: Petani Menjadi Aktor Utama Swasembada

Redaksi
Redaksi 7 April 2025
Share
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, mengikuti kegiatan Panen Raya Padi Serentak secara virtual (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)
SHARE

Musim panen tiba, dan Tana Luwu menjawab panggilan nasional dengan kesungguhan yang tak main-main. Gema sabit dan doa menyatu dalam satu semangat: menjaga dapur bangsa tetap mengepul.

Hari itu, Senin pagi (7/4/2025), Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Acara ini menjadi panggung bagi 14 provinsi dan lebih dari 170 kabupaten/kota untuk menunjukkan kekuatan pangan masing-masing.

Namun di jazirah timur Sulawesi Selatan, ada yang berbeda, Luwu Raya tak hanya berpartisipasi, ia menonjol.

BACA JUGA:

PT Vale Gelar Media Training untuk Perkuat Pemberitaan Isu Pertambangan

Bupati Luwu, Patahudding, dan Wakil Bupati, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, melaksanakan panen raya di Desa Seppong Kecamatan Belopa Utara (sumber: mediacenter.luwukab.go.id)

Di Luwu, Bupati Patahudding dan Wakil Bupati Muhammad Dhevy Bijak Pawindu menyambut panen di Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara.

Didampingi DPRD, TNI-Polri, dan petani, mereka menyabit hasil dari 40 hektare lebih lahan, simbol nyata dari ketekunan dan kolaborasi.

“Sebagaimana amanat Presiden, kita harus bersatu menjaga kesejahteraan petani,” kata Patahudding, sembari menegaskan kesiapan Luwu mendukung program swasembada nasional.

Sekertaris Daerah Kota Palopo Ilham Hamid, dan Ketua DPRD Kota Palopo, Darwis saat menghadiri Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi Sentra Utama (Sumber: Dinas Kominfo Kota Palopo)

Tak berselang jauh, Kota Palopo menggelar panen di Luminda I, Kelurahan Pajjalesang.

Sekda Ilham Hamid, menyatu bersama masyarakat dan kelompok tani. Tak ada protokol mewah, hanya semangat gotong royong dan keyakinan bahwa kedaulatan pangan dimulai dari lumbung sendiri. “Ini bukan seremoni, ini komitmen,” ujarnya singkat namun tajam.

Lebih ke utara, di Luwu Utara, hamparan padi di Desa Marannu menjadi saksi kerja keras yang tidak sia-sia.

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, memimpin pelaksanaan panen raya padi di desa Marannu, kecamatan Baebunta selatan (Sumber: setda.luwuutarakab.go.id)

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menegaskan posisi daerahnya sebagai penyumbang utama sektor pertanian di Sulsel. Dengan produksi mencapai 259 ribu ton gabah kering per tahun dan kontribusi pertanian terhadap PDRB sebesar 52 persen, Luwu Utara bukan sekadar penghasil—ia pemimpin.

“Target kami ke depan jelas, serap sendiri, produksi sendiri, berdaulat di rumah sendiri,” ujarnya lantang, sembari menyebut skema serapan Bulog dengan harga premium Rp6.500/kg sebagai bentuk perlindungan terhadap petani.

Sementara itu, dari tanah pesisir Angkona, Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler berdiri di tengah petani Kelompok Baru Muncul, menyambut panen dengan rasa syukur.

Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, mengikuti kegiatan Panen Raya Padi Serentak secara virtual (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)

Tak hanya panen yang ia soroti, tetapi juga pentingnya sinergi. “Petani bukan hanya penghasil, mereka pilar ekonomi. Dan tugas kita, pemerintah, adalah memastikan mereka tak berjalan sendiri,” tegasnya.

Usai panen, ia bersama Forkopimda menyaksikan langsung penyerapan gabah oleh Bulog, menjamin nilai ekonomis petani tetap stabil di tengah fluktuasi pasar.

Presiden Prabowo dalam arahannya menyebut bahwa swasembada pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Ia memerintahkan agar harga bahan pangan seperti telur dan daging ditekan demi keseimbangan gizi masyarakat. “Tanpa pangan, tak ada NKRI,” katanya.

Tana Luwu, yang terdiri dari Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur, menjawab pernyataan itu dengan tindakan nyata.

Di tengah arus program nasional dan slogan-slogan birokrasi, petani di keempat daerah ini tetap setia menanam dan memanen.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Besok, Pemprov Sulsel, PT Vale, dan Pemkab Lutim Gelar Ground Breaking Matano Belt Road

DPRD Lutim Dorong Skema PJLP untuk Selamatkan 208 Tenaga Non-ASN

Sekretariat DPRD Luwu Timur Paparkan Mekanisme PAW dalam FGD KPU Lutim

DPRD Luwu Timur Jadwalkan Reses Perseorangan 13–15 Desember

DPRD Luwu Timur Soroti Pemerataan Sarpras Madrasah

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Direktur MIND Apresiasi Pola Kolaborasi Bupati Luwu Utara Tangani Banjir Malangke
Next Article Sirui Menre Tessirui No’: Ketika Saudagar Bugis-Makassar Diajak Tumbuh Bersama
Sumber Data Cuaca: prakiraancuaca cuaca besok di Palopo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?