Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMP dan sederajat yang digelar tahun ini, menjadi cobaan bagi pelajar di tujuh desa di Kecamatan Lamasi Timur. Pasalnya, banjir yang merendam desa mereka sejak dua hari terakhir ini, bertepatan dengan jadwal pelaksanaan UN.
Pantauan luwuraya.com, sekitar 11 siswa tingkat SMP dan sederajat dari Desa Pompengan, terpaksa menerobos banjir untuk menuju ke sekolah mereka di SMP 3 Walenrang, atau berjarak sekitar dua kilometer dari desa mereka.
Mereka terpaksa menerobos banjir dengan ketinggian 80 – 100 centimeter itu, karena tidak ingin metinggalan mengikuti UN yang diselenggarakan sejak Senin (4/5/15) kemarin.
Elvianti, salah seorang siswa SMP 3 Walenrang mengatakan jika mereka terpaksa menerobos banjir untuk bisa tetap mengikuti UN. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang yang terus mengguyur daerah tempat tinggal mereka, sehingga harus berbasah-basahan saat mengikuti ujian.
“Sudah dua hari ikut UN, ke sekolah jalan kaki menempuh banjir sampai di jembatan, untung di sekolah tidak kemasukan air, kami berjalan kaki sampai dua kilometer,” ujarnya.
Untuk diketahui, banjir yang melanda Desa Pompengan dan enam desa lainnya di Lamasi Timur ini disebabkan jebolnya tanggul penahan air di Sungai Lamasi. Hingga saat ini, ratusan rumah dan lahan pertanian warga terendam banjir. Pihak Pemerintah Kabupaten Luwu belum menurukan bantuan untuk menangani banjir.





