Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Jadi Narsum, Sufriaty Paparkan Pentingnya Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
Luwu Timur

Jadi Narsum, Sufriaty Paparkan Pentingnya Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Redaksi Luwuraya
Redaksi Luwuraya
24 Juni 2023
Share
3 Min Read
SHARE

LUWU TIMUR – Bunda Paud Kabupaten Luwu Timur, Hj. Sufriaty yang juga selaku Ketua TP PKK menyampaikan pentingnya gerakan transisi Paud ke SD yang menyenangkan, saat menjadi narasumber (Narsum) kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengasuhan Stimulasi Penanganan Stunting Bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sosialisasi Gerakan Transisi PAUD SD Yang Menyenangkan, yang digelar di Aula Disdikbud Lutim, Jum’at (23/06/2023).

Sufriaty menjelaskan, transisi Paud-SD yang menyenangkan adalah gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik dengan cara yang menyenangkan dimulai sejak tahun ajaran baru.

Didalam memberikan pembelajaran, lanjutnya, juga dituntut untuk bagaimana mengajak anak-anak agar mengikuti sistem pembelajaran yang ada disekolah dengan tidak penuh tekanan tetapi memberikan rasa nyaman, sehingga bisa dikatakan transisi Paud ke SD yang menyenangkan.

Baca Juga

PT Vale Dorong Program Pengelolaan Sampah TPS3R di Wilayah Pemberdayaan Luwu Timur
Pemkab Luwu Timur Dorong Pelatihan Security bagi Pemuda Desa Hadapi Investasi Industri

“Anak usia dini adalah usia emas yang dimana mereka bukan hanya dituntut untuk bisa, tetapi kita sebagai orang tua, tenaga pendidik, pemerintah berkewajiban untuk membekali anak-anak yang masih tergolong anak usia dini,” kata Sufriaty.

Menurut Sufriaty, ada 3 hal yang mendorong perubahan paradigma umum tentang pendidikan anak usia dini, yakni : 1. perlunya kesadaran seluruh pihak bahwa periode usia dini tidak berhenti sampai PAUD, tetapi peserta didik SD kelas awal juga masih masuk kategori usia dini, 2. Mendorong satuan pendidikan agar menerapkan pembelajaran yang membangun kemampuan fondasi peserta didik secara holistik, tidak hanya calistung, tetapi juga kematangan emosional, kemampuan berkomunikasi, budi pekerti yang merupakan bagian dari Kemampuan Fondasi Anak, dan 3. Meluruskan miskonsepsi bahwa keterampilan calistung tidak boleh dibangun di PAUD tanpa kemampuan litrasi dan numerasi.

“Paradigma dan miskonsepsi ini harus diubah, yaitu bagaimana agar peserta didik tidak hanya menghafal huruf dan angka saja, tetapi juga mampu memahami dan mengelolah informasi secara kritis,” ucap Bunda Paud Lutim.

Oleh karena itu, program transisi Paud ke SD sangat penting dilakukan karena banyak hal yang harus diperhatikan didalam mendidik anak-anak, serta bagaiman memunculkan rasa kepercayaan dirinya dengan cara memperkenalkan benda-benda, kata maupun objek.

“Ini membutuhkan pemahaman yang luar biasa karena tenaga pendidik mengajarkan anak-anak kita mulai dari nol. Maka besar harapan saya sebagai Bunda Paud dan sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting untuk bersama-sama terus melanjutkan transisi Paud ini minimal sampai kelas 2,” terang Sufriaty.

Turut hadir, Plt. Kadisdikbud Lutim, Basruddin, Perwakilan OPD, Kepala Bidang Paud sekaligus Ketua Pokja Bunda Paud bersama jajaran, Kepala Sekolah, Koordinator Pengawas, Ketua Forum Transisi Paud-SD Lutim dan Guru TK-SD se-Lutim. (dew/ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Sungai Amassangan Kian Mengkhawatirkan, Pemkot Palopo Minta BBWS Segera Turun Tangan
Luwu Timur Targetkan Nol Anak Putus Sekolah, Irwan: Dari TK Sampai Kuliah Kami Biayai
Guru Bahasa Inggris Akan Dilatih di Luar Negeri, Target Cetak Trainer Internasional
Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Plt. Kadisdikbud Buka Bimtek Pengasuhan Stimulasi Penanganan Stunting dan Sosialisasi Transisi PAUD Menyenangkan
Next Article Kembangkan Potensi Wisata di Desa, Dinas Parmudora Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata
Pendidikan

Luwu Timur Targetkan Nol Anak Putus Sekolah, Irwan: Dari TK Sampai Kuliah Kami Biayai

Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan Luwu Timur menargetkan bebas anak putus sekolah…

7 Mei 2026
Pendidikan

Guru Bahasa Inggris Akan Dilatih di Luar Negeri, Target Cetak Trainer Internasional

Sebanyak 15 guru Bahasa Inggris Luwu Timur disiapkan mengikuti pelatihan profesional di…

7 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

6 Mei 2026
Metro

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

6 Mei 2026
Metro

PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

6 Mei 2026
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?