Pemerintah Luwu Timur mulai menegaskan arah baru pembangunan pendidikan dengan target yang lebih mendasar, yakni tidak boleh ada lagi anak putus sekolah.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menilai akses pendidikan tetap menjadi prioritas utama yang harus dijamin pemerintah daerah.
“Tidak ada alasan anak tidak sekolah. Semua kami biayai, dari TK sampai kuliah, kecuali SMA yang tidak full karena bukan kewenangan kami sepenuhnya,” tegas Irwan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah daerah, terutama agar generasi muda Luwu Timur mampu bersaing dan mengelola potensi daerahnya sendiri di masa depan.
Karena itu, Pemkab Luwu Timur mulai memperkuat berbagai program pendidikan, mulai dari Kartu Pintar, Mandalish, hingga pengembangan sekolah berbahasa Inggris melalui kerja sama dengan Briton.
Irwan menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya dinikmati sebagian kelompok masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh anak di Luwu Timur tetap mendapatkan kesempatan belajar tanpa terkendala biaya.
“Tugas utama saya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Luwu Timur, sehingga SDM kita mampu mengelola SDA yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menilai, daerah yang kaya sumber daya alam harus ditopang dengan kualitas sumber daya manusia yang kuat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat lokal.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah daerah juga mulai mendorong transformasi pembelajaran agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.
Namun bagi Irwan, fondasi paling penting tetap memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari bangku sekolah.
Dengan komitmen tersebut, Luwu Timur kini mulai memosisikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang daerah, dimulai dari target besar, yakni bebas anak putus sekolah.





