Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Penyuluh Harus Miliki Road Map Pengembangan Pertanian
Luwu Timur

Penyuluh Harus Miliki Road Map Pengembangan Pertanian

Asdhar
Asdhar
17 November 2016
Share
2 Min Read
SHARE

Pengembangan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan harus memiliki road map yang jelas sehingga ada panduan dan target yang jelas bagi semua stakeholder setiap tahunnya. Road map ini nantinya termuat jelas pembagian peran yang jelas, siapa mengerjakan apa, kapan, dimana dan bagaimana. Pernyataan tersebut disampaikan asisten administrasi umum, H Baharuddin saat mewakili Bupati Luwu Timur dihadapan ratusan penyuluh pertanian pada kegiatan penyusunan programa penyuluhan pertanian di aula Badan pelaksana Penyuluh Pertanian, perikanan dan kehutanan (BP4K), Kamis (17/11/2016).

Menurutnya dengan dukungan road map yang jelas, segala tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan yang akan dihadapi nantinya bisa diatasi. Baharuddin menjelaskan potensi lahan pertanian sangat besar diantaranya sawah seluas 25.181 hektar, kebun kakao 25,764.18 hektar, kebun sawit 10.672.66 hektar, dan kebun lada seluas 5.481,81 hektar. Belum lagi potensi ternak juga cukup besar mulai dari ternak sapi berjumlah 14.010 ekor dan jumlah ternak kambing 10.326 ekor.

Semua potensi tersebut, kata Baharuddin merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab untuk menempatkan pembangunan pertanian sebagai penggerak utama pembangunan. Sejalan dengan tema kementerian Pertanian yakni terwujudnya sistem pertanian Bio Industri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tinggi dari berbagai sumberdaya lokal untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Baca Juga

PT Vale Dorong Program Pengelolaan Sampah TPS3R di Wilayah Pemberdayaan Luwu Timur
Pemkab Luwu Timur Dorong Pelatihan Security bagi Pemuda Desa Hadapi Investasi Industri

“Semua program pengembangan pertanian berkelanjutan tersebut membutuhkan pola pengelolaan terpadu melibatkan pemangku kepentingan dari aspek perencanaan, implementasi, pelayanan, pembinaan dan pengendalian,” tandasnya.

Pemerintah daerah kata Baharuddin sangat mendukung program pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. itulah mengapa berbagai program organik seperti padi metode SRI terus dikembangkan pemerintah daerah. Bahkan panen Padi metode SRI yang dilakukan musim tanam ini telah mencapai 8,1 ton perhektar di Desa SUmber Makmur Kecamatan Kalaena. “Capaian ini sangat baik dan memotivasi karena produktivitas padi metode SRI ini melebihi capaian metode konvensional,” katanya.

Ia juga menitipkan harapan agar penyusunan program pertanian ini tetap memprioritaskan konsep pertanian berkelanjutan ramah lingkungan. dalam acara itu pula hadir Faisal Wahab, Kasubag Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikulutura Provinsi Sulawesi Selatan selaku Narasumber, Anggota DPRD, Hj. Harisah S.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pemda Lutim Dan UNUD Bali Teken MoU Soal Pengembangan Wisata
Next Article Husler Kukuhkan Pengurus IWAPI Lutim
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
Video

Menilik Kejayaan Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?