Jajaran kepolisian bersama pemerintah setempat mulai memperkuat upaya pencegahan konflik di wilayah Lebang dan Lappo, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan yang digelar Kapolsubsektor Wara Barat Iptu Yumran bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah setempat, Senin (01/06/2026).
Pertemuan ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, terutama setelah muncul potensi gesekan antar kelompok pemuda di kawasan tersebut.
Belakangan, wilayah Lebang dan Lappo menjadi sorotan setelah terjadi tawuran antar pemuda setempat. Dalam kejadian ini bahkan terjadi insiden pelemparan batu yang mengenai rumah ibadah dan sejumlah rumah warga.
Polisi memastikan kejadian itu bukanlah aksi teror, melainkan murni berkaitan dengan aksi saling lempar antar kelompok pemuda yang terjadi di sekitar lokasi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh di wilayah Lebang dan Lappo, untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan secara bijak tanpa melibatkan kelompok,” ujar Yumran.
Polisi Minta Masyarakat Aktif Laporkan Potensi Gangguan
Dalam pertemuan tersebut, polisi juga meminta masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Warga diminta memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu konflik maupun gangguan keamanan lainnya.
Menurut Yumran, keterlibatan masyarakat sangat penting agar potensi gesekan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Polisi juga menekankan pentingnya kolaborasi tiga pilar di tingkat kelurahan, yakni pemerintah setempat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Selain itu, tokoh masyarakat dan tokoh adat disebut memiliki peran penting sebagai penyejuk di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap para tokoh masyarakat dan tokoh adat bisa saling mengingatkan warganya untuk menjaga kedamaian. Jangan sampai persoalan pribadi berkembang menjadi konflik kelompok yang lebih besar,” tegasnya.

