PT Vale Indonesia (PT Vale) merespons rencana pemerintah yang tengah mengkaji skema baru bagi hasil sektor pertambangan menyerupai pola di industri minyak dan gas (migas).
Perusahaan tambang nikel tersebut mengingatkan agar kebijakan baru yang disusun pemerintah tidak sampai mengganggu iklim investasi maupun program hilirisasi yang saat ini menjadi fokus nasional.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, mengatakan sektor pertambangan memiliki karakteristik berbeda dengan industri migas sehingga membutuhkan pendekatan kebijakan yang matang dan berimbang.
Menurutnya, industri tambang membutuhkan investasi awal yang besar, proses pengembangan jangka panjang, serta menghadapi dinamika harga komoditas global yang cukup fluktuatif.
“Bagi industri pertambangan, kepastian regulasi dan iklim investasi yang mendukung menjadi elemen fundamental dalam keberlanjutan pengembangan jangka panjang,” ujar Vanda, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah tentu memiliki pertimbangan strategis dalam mengevaluasi tata kelola sumber daya alam, termasuk kemungkinan penerapan model baru di sektor minerba.
Namun demikian, PT Vale berharap setiap penyempurnaan kebijakan tetap memperhatikan keseimbangan antara manfaat bagi negara, daya saing industri, serta keberlangsungan investasi nasional.
Vanda menilai Indonesia saat ini berada pada posisi strategis dalam rantai pasok mineral global, terutama untuk mendukung transisi energi dan pengembangan industri kendaraan listrik berbasis baterai.
Potensi sumber daya mineral yang besar dan arah kebijakan hilirisasi disebut menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menarik investasi jangka panjang.
“Perusahaan percaya pemerintah akan mempertimbangkan secara komprehensif karakteristik industri pertambangan agar pendekatan yang diterapkan tetap mendukung iklim investasi yang sehat sekaligus memperkuat kontribusi sektor minerba terhadap perekonomian nasional,” katanya.
PT Vale juga menyatakan terbuka untuk berdiskusi dengan pemerintah terkait arah kebijakan sektor pertambangan ke depan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri nasional.




