Sekda Lutim Sebut SE2026 Jadi Basis Pemetaan UMKM

Asdhar
By Asdhar
2 Min Read
Sekda Luwu Timur Ramadhan Pirade menyebut Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penting pemetaan UMKM dan usaha mikro di daerah. (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)

Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur terus menggencarkan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui berbagai pendekatan kreatif, salah satunya lewat kegiatan senam bersama di kawasan Bundaran Batara Guru.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendataan ekonomi nasional sebagai dasar pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, mengatakan SE2026 memiliki peran penting dalam memetakan kondisi riil sektor usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.

Menurutnya, UMKM selama ini menjadi salah satu lokomotif utama penggerak roda perekonomian masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

“Sensus Ekonomi bukan hanya milik BPS, tetapi milik kita semua untuk mendukung Luwu Timur yang lebih maju dan sejahtera. Data yang akurat akan membantu pemerintah melihat kondisi UMKM secara nyata sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” ujar Ramadhan.

Ia menambahkan, melalui SE2026, pemerintah dapat memperoleh gambaran lebih komprehensif terkait struktur, kondisi, dan perkembangan usaha masyarakat, termasuk usaha mikro yang selama ini kerap luput dari pendataan.

Usaha-usaha kecil seperti pedagang kaki lima, warung kelontong skala kecil, hingga usaha rumahan nonformal disebut menjadi bagian penting yang akan dijangkau dalam pendataan nanti.

Sementara itu, Kepala BPS Luwu Timur, Abdullah Pannu, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 memang akan memberi perhatian besar terhadap pendataan usaha mikro di masyarakat.

“SE2026 akan fokus menjangkau usaha mikro yang keberadaannya sering tersembunyi, tetapi sebenarnya memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi daerah,” katanya.

Abdullah juga memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.

“Kami berharap masyarakat bisa memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” jelasnya.

Share This Article