Sebanyak 35 mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo mengikuti kegiatan internasional Asia-Europe Conference & Exchange Program (AECEP) 2026 yang berlangsung pada 4–12 Mei 2026.
Keikutsertaan puluhan mahasiswa tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus membuka ruang kolaborasi global bagi mahasiswa dari Luwu Raya.
Program ini diikuti peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Timor Leste, Singapura, Bangladesh, Nigeria, Pakistan, hingga Afghanistan.
Mahasiswa dari Empat Fakultas Ikut Program Global
Peserta dari UIN Palopo berasal dari empat fakultas berbeda, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Syariah (Fasya), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Selama program berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda bertema kepemimpinan global, inovasi berkelanjutan, kolaborasi internasional, hingga pertukaran budaya antarnegara.
Mahasiswa juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan akademisi dan pemateri dari sejumlah negara seperti Prancis, Mesir, Jerman, dan Malaysia.
UIN Palopo Dorong Mahasiswa Go International
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Palopo, Takdir Ishak, mengatakan partisipasi mahasiswa dalam forum internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kampus.
“Keikutsertaan mahasiswa UIN Palopo dalam AECEP 2026 menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman global seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa sekaligus memperluas jejaring internasional kampus.
Salah seorang peserta, Amanda, mengaku bangga bisa terlibat dalam forum internasional tersebut.
Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya komunikasi lintas budaya dan kerja sama global di kalangan generasi muda.
“Program ini memberi banyak pengalaman berharga, terutama dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan peserta dari berbagai negara,” katanya.
Dorong Internasionalisasi Kampus
Partisipasi mahasiswa dalam AECEP 2026 dinilai menjadi sinyal positif bahwa kampus-kampus di daerah juga mampu tampil di forum internasional.
Program ini diharapkan dapat memperkuat semangat internasionalisasi di lingkungan UIN Palopo sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global di masa depan.




