Perajin Anyaman Luwu Timur Dilatih Ciptakan Produk Lebih Modern

Asdhar
3 Min Read
Pengrajin anyaman Teduhu di Luwu Timur (dok)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai mendorong pelaku kerajinan lokal agar mampu menghasilkan produk yang lebih modern dan kompetitif di pasar.

Upaya itu dilakukan melalui Pelatihan Vokasional Kerajinan Anyaman Serat Alam Teduhu Berbasis Media Campuran yang digelar di Gedung Matano Player Sorowako, Kecamatan Nuha.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 8 hingga 12 Mei 2026 itu diikuti pelaku usaha handicraft dan perajin anyaman dari berbagai wilayah di Luwu Timur.

Selain mempertahankan teknik anyaman tradisional, peserta juga dibekali kemampuan mengembangkan desain dan inovasi produk agar lebih variatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdagkop UKMP) Luwu Timur, Senfry Oktavianus, Jumat (8/5/2026).

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan sekaligus Wakil Ketua Dekranasda Lutim, Herni Bahar Ramadhan, Camat Nuha Arief Fadillah Amier, dan para peserta pelatihan.

Pelatihan menghadirkan Tenaga Ahli Dekranas Pusat, Vinto B Efendi, yang memberikan materi pengembangan produk kreatif berbasis media campuran.

Kepala Bidang Perindustrian Disdagkop UKMP Lutim, Nirmalasari, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus kreativitas pelaku usaha kerajinan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas peserta dalam mengembangkan desain dan inovasi produk, termasuk penerapan teknik baru dengan penggunaan media campuran dalam kerajinan,” ujarnya.

Sementara itu, Senfry menegaskan pemerintah daerah ingin kerajinan anyaman lokal tidak hanya bertahan sebagai produk tradisional, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan pasar.

“Kita akan terus memantau hasil dari kegiatan ini supaya tidak terkesan hanya seremonial semata. Ada misi besar di balik kegiatan ini, yakni bagaimana meningkatkan kualitas kerajinan kita, khususnya anyaman serat alam,” katanya.

Dalam sesi pelatihan, Vinto mengingatkan peserta agar tidak hanya meniru produk yang sudah ada, tetapi berani menciptakan ide dan desain baru.

“Kita sering melihat karya orang lain lalu membuat hal yang sama tanpa mau menciptakan inovasi sendiri. Akhirnya produknya begitu-begitu saja,” ujarnya.

Menurutnya, produk kerajinan akan memiliki daya saing jika memiliki karakter dan ciri khas yang kuat.

“Intinya, jangan membiasakan sesuatu yang biasa,” tegas Vinto.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Luwu Timur berharap lahir produk anyaman modern berbasis budaya lokal yang mampu membuka peluang pasar lebih luas bagi para perajin daerah.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser