5 Sekolah di Luwu Timur Ditetapkan Jadi ‘Sekolah Bersinar’

2 Min Read
Lima sekolah di Luwu Timur ditetapkan sebagai Sekolah Bersinar dalam program pencegahan narkoba bagi pelajar yang didukung Pemkab Lutim, PT Vale dan BNN Sulsel

Lima sekolah di Kabupaten Luwu Timur resmi ditetapkan sebagai Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) dalam program pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pelajar yang digagas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, bersama PT Vale Indonesia dan BNN Provinsi Sulawesi Selatan.

Kelima sekolah tersebut yakni SMAN 1 Lutim, SMAN 3 Lutim, SMAN 6 Lutim, SMAN 10 Lutim, dan SMAN YPS Sorowako.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa hadirnya Sekolah Bersinar bukan kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal implementasi nyata untuk melindungi anak-anak sekolah dari bahaya narkoba.

“Melihat keprihatinan maraknya peredaran narkoba, mudah-mudahan apa yang kita gagas hari ini bukan hanya seremoni semata, tetapi menjadi titik awal implementasi agar anak sekolah kita tidak terindikasi menggunakan narkoba,” ujarnya.

Penetapan ini menjadi bagian dari langkah memperkuat perlindungan terhadap pelajar di tengah meningkatnya ancaman peredaran narkoba yang mulai menyasar lingkungan pendidikan.

Program Sekolah Bersinar tidak hanya berfokus pada sosialisasi bahaya narkoba, tetapi juga mendorong sekolah membangun sistem pencegahan dan pengawasan yang lebih aktif.

Sekolah dinilai memiliki posisi penting sebagai ruang pertama membentuk kesadaran dan ketahanan pelajar terhadap penyalahgunaan narkotika.

Melalui Proses Seleksi Ketat

Penetapan lima sekolah tersebut dilakukan setelah proses seleksi dan penilaian yang melibatkan puluhan sekolah di Luwu Timur.

Selain memilih sekolah terbaik dalam program anti narkoba, kegiatan ini juga melahirkan Duta Pelajar Anti Narkoba yang diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.

Program ini digelar di tengah tingginya kasus narkoba di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data BNN periode 2023–2025, Sulsel termasuk salah satu provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan di lingkungan pendidikan dinilai semakin mendesak.

PT Vale: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dari Incaran Narkoba

Senior Koordinator Health and Business Support PT Vale Indonesia, Haris Baso, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.

“Kami ingin sekolah menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar tanpa ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Share This Article