PT Vale Dorong Kolaborasi Cegah Narkoba di Luwu Timur

2 Min Read
PT Vale Indonesia menilai perang melawan narkoba di Luwu Timur membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk sekolah dan masyarakat. (Her)

Upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Luwu Timur dinilai tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar pencegahan terhadap ancaman narkoba, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda, bisa berjalan lebih efektif.

Hal itu disampaikan Senior Coordinator PPM PT Vale Indonesia, Baso Haris, dalam kegiatan program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) yang digelar di Aula Pendidikan, Malili, Kamis (07/05/2026)/

Menurut Haris, perang melawan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, perusahaan, hingga masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kita butuh kolaborasi dan bergerak satu napas memerangi peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Luwu Timur,” ujarnya.

Ia menilai, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba sejak dini.

Karena itu, PT Vale mendukung hadirnya program Sekolah Bersinar sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan sehat.

“Kita berharap hadirnya Sekolah Bersinar dapat memberikan rasa tenang kepada para orang tua karena anak-anak mereka berada di lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menjadi penting karena ancaman narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga masa depan generasi muda dan kualitas sumber daya manusia daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Wakapolres Luwu Timur, Hajriadi, Pabung Kodim 1403/Palopo, Syafaruddin, jajaran BNN Sulawesi Selatan, Sekda Luwu Timur Ramadhan Pirade, OPD terkait, serta pelajar SMP dan SMA bersama guru pendamping.

Melalui kolaborasi tersebut, program Sekolah Bersinar diharapkan tidak hanya menjadi simbol kampanye anti narkoba, tetapi mampu membangun budaya sekolah yang lebih peduli terhadap perlindungan generasi muda.

Share This Article