Penipuan AI Catut Nama Wagub Sulsel, Warga Ditawari Bantuan Rp50 Juta Lewat WhatsApp

2 Min Read
Ilustrasi

Masyarakat Sulawesi Selatan diminta lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan digital yang kini mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Terbaru, pelaku mencatut nama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi untuk menawarkan bantuan uang hingga Rp50 juta melalui aplikasi WhatsApp.

Pelaku menggunakan akun WhatsApp dengan foto profil Fatmawati Rusdi dan menyebarkan flyer bertuliskan “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman” disertai tagar #Danabantuan2026 guna meyakinkan calon korban.

Tak hanya itu, pelaku juga disebut menggunakan teknologi AI untuk membuat rekaman suara yang menyerupai suara Wakil Gubernur Sulsel agar korban percaya dan mengikuti arahan yang diberikan.

Dalam aksinya, korban diminta mengirimkan data pribadi mulai dari nama lengkap, alamat, nomor rekening, hingga identitas bank dengan dalih pencairan bantuan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Sulawesi Selatan, Muhammad Salim Basmin, menegaskan tindakan tersebut merupakan bentuk penipuan digital yang meresahkan masyarakat.

Tangkapan layar WA yang mencatut nama Wakil Gubernur Sulsel (Ist)

“Ini merupakan hal yang tidak bisa ditolerir karena mencatut nama orang, apalagi seorang pejabat atau figur berpengaruh, yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan penipuan terhadap masyarakat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Salim, pelaku memanfaatkan berbagai platform digital seperti WhatsApp dan media sosial untuk membangun kepercayaan palsu kepada calon korban dengan memakai identitas pejabat pemerintah.

Karena itu, Pemprov Sulsel mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan, panggilan telepon, maupun voice note yang menawarkan bantuan dan mengatasnamakan pejabat pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggubris jika ada pihak yang mengatasnamakan pejabat Pemprov Sulsel dan meminta sesuatu yang mencurigakan. Segera laporkan kepada pihak berwajib,” katanya.

Pemprov Sulsel juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi maupun informasi rekening kepada pihak yang identitasnya tidak jelas.

Pemerintah menegaskan seluruh komunikasi resmi dilakukan melalui kanal resmi yang dapat diverifikasi dan tidak pernah meminta transfer dana maupun data pribadi melalui akun WhatsApp pribadi pejabat.

Kasus ini menjadi peringatan baru tentang berkembangnya modus penipuan berbasis AI yang kini semakin sulit dikenali karena mampu meniru suara dan identitas visual tokoh tertentu secara meyakinkan.

Share This Article