Intip Kolaborasi PT Vale dan Pemkab Lutim, Gelar Pelatihan Vokasional Pengrajin Lokal

Asdhar
By Asdhar
2 Min Read
PT Vale dan Pemkab Luwu Timur berkolaborasi menggelar pelatihan vokasional anyaman Teduhu untuk memperkuat ekonomi kreatif dan menjaga warisan budaya lokal (Ist)

Kolaborasi PT Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus diperkuat melalui program pelatihan vokasional berbasis kerajinan lokal yang digelar di Sorowako, Kecamatan Nuha, Minggu (10/5/2026).

Lewat pelatihan anyaman serat alam Teduhu berbasis media campuran itu, PT Vale bersama Pemkab Luwu Timur mendorong lahirnya sumber daya manusia kreatif sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal.

Kegiatan yang dipusatkan di Matano Flayer Sorowako tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah, Dekranasda Lutim, dan PT Vale dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kerajinan tradisional masyarakat.

Kepala Bidang Perindustrian Disdagkop UKMP Luwu Timur, Nirmalasari, mengatakan pelatihan vokasional tersebut tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan PT Vale yang sejalan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas SDM dan melahirkan pelaku usaha kreatif baru. Harapannya, produk kerajinan lokal kita bisa semakin berkembang dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan mengembangkan anyaman tradisional Teduhu dengan sentuhan desain modern dan penggunaan media campuran agar produk lebih menarik serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Di lokasi pelatihan, puluhan peserta tampak antusias mengikuti praktik pembuatan berbagai produk kreatif, mulai dari tas etnik, wadah dekoratif, hingga aksesoris berbahan serat alam.

Kerajinan anyaman sendiri bukan hal baru bagi masyarakat Desa Nuha. Tradisi itu sudah diwariskan secara turun-temurun sejak puluhan tahun silam.

Sebelum memanfaatkan serat alam Teduhu, masyarakat setempat lebih dulu menggunakan daun pandan dan purun untuk membuat tikar, wadah pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya sesuai kebutuhan sehari-hari.

Seiring perkembangan zaman, warga mulai mengembangkan Teduhu sebagai bahan baku utama berbagai kerajinan dengan bentuk yang lebih variatif dan bernilai jual. Saat ini, perajin anyaman Teduhu di Desa Nuha berasal dari berbagai kalangan usia.

Keberadaan kerajinan Teduhu pun kini menjadi salah satu warisan budaya lokal yang masih mampu bertahan di tengah perkembangan industri modern.

Share This Article