Sesuai janji DPRD Kota Palopo untuk menghearing Sekretaris Kota (Sekkot) Palopo dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), terkait keluhan sejumlah PNS atas mutasi yang di lakukan Wali Kota Palopo 5 Juni 2013 lalu, hari ini Jumat (21/6/13), pertemuan tersebut digelar dengan dihadiri langsung Sekkot Palopo, Syamrul Rijal Syam.
Sayangnya, pertemuan itu juga dihiasi dengan aksi demonstrasi dari warga yang mengatas namakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Kota Palopo (AMPO) dan nyaris Bentrok dengan warga di depan Gedung DPRD Palopo.
Pantauan luwuraya.com, Syamsul hadir di gedung DPRD Palopo sekitar pukul 14.15 wita bertepatan dengan demonstrasi yang digelar oleh AMPO. Disaat Syamsul akan memasuki ruang sidang, sempat diteriaki oleh demonstran “Sekkot Bawa Preman.”
Saat itulah, salah seorang pendemo, Yunus dari LSM LPPNRI sempat adu mulut dan nyaris adu jotos dengan seorang warga yang juga hadir di DPRD Palopo, beruntun Polisi dengan cepat mengamankan, kondisi ini membuat sejumlah demontran dan pengunjung sempat tegang.
Yunus saat ditemui mengatakan bahwa Sekkot telah menggunakan premanisme untuk menjaga dirinya.
“Sekkot palopo menggunakan preman untuk menakut-nakuti adik-adik mahasiswa agar menutupi semua kasusnya dan kebejatannya dibalik mutasi PNS beberapa waktu lalu, hal ini dilakukan untuk menekan gerakan mahasiswa saat ini,” ujarnya.
Pantauan luwuraya.com kondisi gedung DPRD Palopo dijaga ketat oleh satuan Kepolisian Resor Kota Palopo dan Satpol PP.
Amran Amir




