Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) meminta Partai Politik (Parpol) untuk mengawasi Daftar Pilih Sementara (DPS) yang telah diumumkan oleh KPU sejak tanggal 12 Juli lalu. Pengawasan tersebut untuk memastikan semua pemilih yang memiliki hak pilih terdaftar dalam DPS sebelum menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
“Sesuai jadwal tahapan Pemilu, pada tanggal 10 Juli kemarin, KPU Lutra telah menetapkan sebanyak 224,991 warga di Lutra ke dalam DPS dan pada tanggal 12 Juli telah diumumkan ke publik. Kepada Parpol dan semua elemen masyarakat kami harapkan untuk aktif memberikan masukannya berupak koreksi terhadap DPS tersebut,” kata Komisioner KPU Lutra, Abdul Azis pada luwuraya.com, Senin (15/7/13).
Menurutnya dari hasil monitoring hari kedua yang di lakukan KPU di tempat pengumuman DPS di sejumlah kecamatan dan desa di Lutra, masih minim pengaduan atau koreksi dari masyarakat yang masuk ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) sejak diumumkannya DPS tersebut.
“Setelah diumumkannya DPS di setiap desa, komisioner KPU terjun melakukan monitoring. Hingga Senin hari ini, masih minim pelaporan masyarakat yang masuk ke PPS terkait keakuratan DPS. Padahal kita berharap peran aktif dari masyarakat untuk memastikan apakah ada penduduk yang tidak berhak memilih, tapi masuk dalam DPS.
Azis mencontohkan, warga telah meninggal dunia, pindah alamat atau belum cukup umur atau belum terdaftar. Sehingga dalam DPT nantinya tidak lagi ada namanya data pemilih ganda, amonali, apalagi data fiktif yang kemudian hari dipersoalkan.
Abdul Azis menuturkan, jadwal koreksi DPS tersebut PPS memberikan waktu pada Parpol dan seluruh masyarakat memasukan pengaduannya selama 14 hari sejak diumumkannya DPS.
“Silahkan Parpol mencermati dan menelaah DPS itu. PPS membuka diri terhadap semua masukan yang bertujuan meningkatkan kualitas DPT nantinya. Namun bila hingga 14 hari tak ada pengaduan dari masyarakat terkait DPS, artinya akurasi pendataan pemilih yang dilakukan Petugas Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) Pemilu, cukup baik,” tuturnya.
Arief Abadi




