Pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur melalui dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kamis (18/07/13) kemarin di Kantor Kecamatan Wotu dinilai tidak tepat sasaran.
Informasi yang dihimpun luwuraya.com, pembagian kupon bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari hanya diperuntuhkan untuk pedagang saja dan selanjutnya kembali dijual dengan harga tinggi. Selain itu, aparat desa maupun kecamatan yang bertugas untuk membagikan kartu tersebut dinilai lebih mementingkan keluarga.
Sukati, seorang warga Desa Lampenai, Kecamatan Wotu mengatakan pasar murah yang dilaksanakan oleh pemerintah tidak diperuntuhkan bagi masyarakat miskin melaingkan hanya untuk pedagang saja dan nantinya kembali dijual dengan harga tinggi.
” Pasar murah yang dilaksanakan oleh pemerintah bukan untuk masyarakat yang tidak mampu namun untuk pedagang saja dan nantinya pedagang itu akan kembali menjualnya dengan harga tinggi kepada pembeli,” ungkap Sukati
Sementara itu, Kepala dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindaq) Kabupaten Luwu Timur, Syahidin Halun yang dikonfirmasi luwuraya.com, Jum’at (19/07/13) pagi tadi via telepon mengatakan kegiatan pasar murah yang digelar oleh pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat di bulan suci ramadhan sementara pihak koperindaq dalam hal ini hanya sekedar menyiapkan barang berdasarkan kebutuhan masyarakat sedangkan kupon yang telah disiapkan untuk wilayah kecamatan wotu sekitar 400 lembar yang berdasarkan data raskin.
“Koperindaq hanya sekedar menyiapkan berdasarkan kebutuhan dan adapun yang tidak tepat sasaran itu tanggung jawab desa sebab kami sudah menyerahkan kupon sepenuhnya ke desa untuk dibagikan ke masyarakatnya sebab dia yang lebih tahu. oleh karena itu jika ada masalah terkait pasar murah jangan salahkan koperindaq tapi salahkan desa sementara dengan adanya permasalah ini kami dalam dekat ini akan melakukan evaluasi,” ungkap Syahidin.(*)
Alpian Alwi




