Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur melalui komisi satu menggelar rapat terkait maraknya peredaran narkoba yang diselenggarakan diruang rapat Paripurna, Senin (07/10/13) siang tadi.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Luwu Timur, Herdinang mengatakan maraknya barang haram (narkoba) memang sangat meresahkan bagi masyarakat. Sementara pesta narkoba kerap terjadi rumah bernyanyi, cafe dan tempat hiburan malam (THM). Oleh karena itu, pihak-pihak tertentu seperti satpol-pp dan polisi agar melakukan tindakan.
“Secara politis kegiatan untuk membrantas narkoba pastinya akan kami dukung baik dalam segi penganggaran. Sementara secara teknis akan diserahkan di masing-masing SKPD,” ungkap Herdinang.
Asisten Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Syahidin Halun mengatakan saat ini di wilayah kabupaten Luwu Timur sendiri akan dibentuk organisasi Badan Narkoba Kabupaten (BNK). Sementara tindaklanjut saat ini sudah mulai berjalan dengan cara melakukan pendataan-pendataan. Selain Narkoba juga yang paling dikhawatirkan adalah HIV-AIDS.
“Luwu timur adalah wilayah lintas provinsi dan memang sangat rawan disinggahi oleh pengedar atau pemakai sebab pemicu masuknya barang haram ini adalah orang-orang dari luar. Oleh karena itu, dengan adanya BNK nanti ini akan mampu melakukan pencegahan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh seperti melakukan sosialisasi dampak narkoba di sekolah-sekolah,” ungkap Syahidin.
Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan pihak kepolisian Polres Luwu Timur dalam dekat ini akan mengagendakan untuk melakukan tes urine. Dimana kegiatan tes urine tersebut akan diawali oleh Kapolres sendiri dan selanjutnya menyusul Kasat dan anggota lainnya.
“Dijajaran kepolisian sendiri dalam dekat ini akan dilakukan tes urine dan diawali oleh kapolres. Oleh karena itu, kami juga berharap agar pimpinan serta Anggota DPRD Lutim juga turut bersama-sama untuk melakukan tes urine,” ungkap Rio.
Alpian Alwi




