Swiss Contact, sebuah NGO dari yayasan independen, menginisiasi pembentukan Forum Kakao se-Luwu Raya yang akan digunakan sebagai wadah bagi stake holder di Luwu Raya ini untuk membicarakan masalah kakao.
Ketua Panitia Pembentukan Forum Kakao se-Luwu Raya, Arief Palallo, pada Rapat Pemantapan di Aula BAPPEDA Kabupaten Luwu Utara. “Insya Allah, tanggal 18 Desember mendatang Forum Kakao se-Luwu Raya bakal dibentuk. Swiss Contact adalah NGO yang menginisiasi pembentukan forum ini,” ungkap Arief dalam rapat tersebut.
Swiss Contact sendiri adalah sebuah Yayasan Independen yang didirikan pada tahun 1959 silam dengan tujuan utama adalah untuk mengeluarkan Indonesia dari kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.
Arief mengatakan, tujuan dibentuknya Forum Kakao ini adalah sebagai wadah antar-stakeholders untuk membicarakan isu-isu yang berkembang terkait perkakaoan, sebagai wadah untuk berbgai informasi mengenai pengembangan kakao di Indonesia, membangun komunikasi serta memberikan masukan-masukan kepada pemerintah terkait pengembangan kakao di sebuah daerah.
“Forum Kakao ini adalah forum stakeholders yang bertujuan untuk membicarakan isu-isu yang berkembang, untuk berbagi informasi, membangun komunikasi serta memberikan masukan-masukan kepada pemerintah terkait pengembangan perkakaoan di daerah kita masing-masing,” ujar Arief.
Sementara itu dari pihak Swiss Contact sendiri menjelaskan bahwa dipilihnya daerah Luwu Raya sebagai salah satu Forum Kakao di Indonesia karena di Luwu Raya sendiri yang sudah terbagi menjadi empat daerah otonom, 70% aset kakao berasal dari Luwu Raya.
“Kenapa harus Luwu Raya? Karna 70% aset kakao berasal dari daerah Luwu Raya ini. Jadi, sudah tepat apabila kami memilih Luwu Raya sebagai mitra kami dalam pengembangan kakao di Indonesia,” ujar Haerul, salah seorang perwakilan dari Swiss Contact.




