Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Timur mencacat dalam sebulan terakhir terdapat 35 kasus wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang Desa Tampina, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.
Kepala Dinkes Lutim, April mengatakan, dari 35 kasus itu, 16 pasien dinyatakan positif menderita DBD, sementara 34 pasien lainnya masih berstatus suspek. Semuanya tersebar di tiga dusun yakni dusun Angkona, Lambaru, dan Turunan Bajo.
April menduga, serangan wabah DBD itu umumnya dialami oleh kelompok masyarakat petani yang disebabkan kondisi bagian belakang rumah mereka terdapat buangan belahan coklat, kelapa, kerang-kerangan yang menjadi tempat penampungan air sehingga memudahkan berkembangnya nyamuk Aedes Agepti.
“Petugas juga menyimpulkan daerah yang menjadi kejadian merupakan daerah berbasis gambut (rawa), sehingga suatu genangan tidak dapat dihindarkan karena salauran irigasi tidak berfungsi secara baik,” kata April.
Dia pun menghimbau kepada warga untuk selalu menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. “Pemerintah juga akan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan fogging di daerah yang rawan DBD,” tegasnya.





