Cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang dimasyarakat dan diyakini oleh masyarakat setempat sebagai suatu peristiwa yang pernah terjadi. Di Tana Luwu juga memiliki banyak cerita rakyat baik melalui cerita lisan dari masyarakat maupun yang tertulis dalam Kitab I La Galigo.
Untuk menjaga tradisi ataupun cerita rakyat luwu ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia TBK melalui program PTPM meluncurkan buku cerita rakyat luwu. Peluncuran buku cerita rakyat luwu ini dirangkaikan dengan bincang budaya yang berlangsung di gedung wanita simpurisang, Selasa (20/05).
Peluncuran buku cerita ini dibuka Asisten Pemerintahan, Syahidin Halun juga dihadiri Sri Paduka Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, Andi Imakesuma selaku Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sejarah dan Kepariwisataan selaku narasumber, penulsi buku cerita rakyat luwu, Musly Anwar, Pimpinan PT Vale, Busman Dahlan Shirat, Kadis
Dikbudparmudora, Ismail, Ketua Tim Koordinasi PTPM sekaligus Kepala Bappeda, Muh Abrinsyah dan beberapa Camat, kepala sekolah, guru dan pelajar.
“Peluncuran buku cerita rakyat luwu ini, saya pandang sangat penting dan strategis sebab ini menyangkut upaya untuk menjaga dan memelihara adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat luwu, terutama nilai-nilai etika, moral, dan adab yang merupakan inti dari adat
istiadat dan kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat luwu agar keberadaannya tetap terjaga dan berkelanjutan,” ungkap Syahidin saat membacakan sambutan Bupati.
Menurutnya gempuran tata kebudayaan global yang terus mencoba masuk ke ranah lokal membutuhkan filter guna menyaring setiap gempuran itu, makanya peluncuran buka ini juga dapat menjadi media untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan lokal.
“Buku ini menjadi bukti dan komitmen kita bersama untuk tetap memelihara kebudayaan kita agar tidak tergerus zaman,” ungkap Syahidin
Ia juga mengaku bangga karena buku ini akan dijadikan bahan ajar pada muatan lokal sekolah. “Melalui buku ini para anak didik kita akan lebih memahami kebudayaan tana luwu,” uangkapnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sri Paduka Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peluncuran buku ini. Menurutnya ini permulaan yang baik dan harus didukung sebagai upaya melestarikan tradisi luwu.
“Budaya itu tidak hanya dibaca saja tapi harus teraktualkan dalam sikap dan prilaku kita sebagai orang luwu. Banggalah menjadi orang luwu ,” ungkap Andi Maradang.




