Sebanyak 30 Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fakir Miskin di dua Kecamatan yakni Malili dan Angkona Kabupaten Luwu Timur menerima bantuan kelompok sebesar Rp20 juta setiap kelompok. Penyerahan bantuan diserahkan oleh Staf Ahli Pembangunan, Labesse didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos), Masud Masse di Gedung Wanita Simpurusiang, Jumat (23/05).
Kepala Bidang Sosial Disnakertransos Luwu Timur, Sukarti mengatakan Pengentasan kemiskinan melalui program pemberian Bantuan bagi Kube ini di tujukan untuk meningkatkan usaha ekonomi produktif sehingga kehidupan keluarga miskin dapat lebih layak. Dana bantuan inibdisebarkan melalui dana dekonsentrasi Dinas provinsi Sulawesi Selatan yang bersumber dari Kementerian Sosial RI.
“Bantuan diberikan bagi enam desa masing-masing, empat desa di Kecamatan Malili, Pongkeru, Wewangriu, Balantang dan harapan. Sementara dua desa lainnya di Kec Angkona, Tampinna dan Lamaeto. Bantuan ini diberikan dalam bentuk dana yang disalurkan melalui rekening masing-masing kelompok penerima manfaat,” jelasnya.
Penyerahan bantuan ini juga di lanjutkan dengan bimbingan teknis dari narasumber Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Samsuri M. Ali Dimana bimbingan tersebut bertujuan memberikan pemahaman secara luas kepada penerima bantuan sehingga tepat sasaran.
“Melalui program bantuan ini, diharapkan bisa mengurangi jumlahvmasyarakat miskin yang berada di daerah-daerah kantong kemiskinan,” jelas Labesse usai menyerahkan bantuan secara simbolis.
Menurutnya, Pemerintah berperan sebagai fasilitator untuk membantuvterkait dengan keterbatasan yang dimiliki warga miskin khususnya pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan dalam usaha ekonomi produktif yang diwadahi dalam KUBE maka dibutuhkan Pendamping KUBE yang profesional.
“Sebagai mediator dalam upaya memberikan kemudahan fakir miskin,Vpendamping diharapkan mampu menggali dan mengorganisir berbagai potensi dan sumber daya yang dimanfaatkan untuk kegiatan penanggulangan kemiskinan di pedesaan,” tandasnya.
Ia juga mengharapkan agar para camat dan kepala desa agar ikut memantau dan mengawasi program ini secara berkesinambungan agar bantuan ini dapat berkembang dalam jangka panjang sehingga pendapatan keluarga miskin dapat meningkat.




