Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) Kabupaten Luwu Timur bekerjasama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Makassar menyelenggarakan pelatihan penerapan Kurikulum 2013 untuk guru tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari terhitung tanggal 14 hingga 18 Juli 2014 ini dibuka oleh Wakil Bupati Luwu Timur HM. Thoriq Husler, Senin (14/07).
Pelaksanaan pelatihan ini di ikuti sebanyak 479 peserta yang terdiri dari Guru Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS tingkat SMP/MTs Negeri dan swasta yang jumlahnya sebanyak 90 orang sementara Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk tingkat SD sebanyak 170 orang serta 219 orang untuk guru kelas I, II, IV dan V. Waktu dan tempat pelaksanaan pelatihan kurikulum 2013 dibagi menjadi 2 untuk tingkat SD/ MI bertempat di Kecamatan Malili dan Kecamatan Mangkutana sementara untuk SMP/MTs Negeri Negeri dan Swasta dipusatkan di SMPN 1 Malili.
Kadis Dikbudparmudora Ismail mengatakan selain 479 peserta, sebelumnya, beberapa guru juga telah mengikuti pelatihan yang sama di Makassar dengan jumlah guru antara lain guru SD berjumlah 897, SMP sebanyak 378 dan SMA sebanyak 114 peserta dengan dana yang bersumber dari dana BOS masing-masing sekolah.
“Yang jelas, kami sangat mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Luwu Timur,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitas Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP Makassar, H Rusdi mengatakan penerapan kurikulum ini didasari UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang ditindaklanjuti dengan PP nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dengan tujuan meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum 2013 dan mengimplementasikan pembelajaran secara tepat.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati, HM Thorig Husler mengatakan pelatihan yang dilaksanakan pada hari ini bertujuan untuk merubah pola fikir (mindset) dan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di kelas sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran kurikulum 2013 dengan baik dan benar.
Harapannya, setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum 2013.
“Intinya, para guru tidak perlu khawatir apalagi takut menghadapi pelaksanaan kurikulum 2013, karena sudah dipersiapkan dengan baik. Yang mana, Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk menghasilkan anak didik yang kreatif,” kunci Husler.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang juga dihadiriKetua dan anggota Dewan Pendidikan serta beberapa Kepala Sekolah. (ophy/hms)




