Bentrokan yang terjadi di Kecamatan Bone-Bone antara Kampung Karangan dan Kopi-Kopi Kabupaten Luwu Utara, Sabtu 11 Oktober lalu mengundang keprihatikan berbagai pihak. Salah satunya Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma. Setelah sebelumnya berada dilokasi konflik hingga pukul 24.00 Wita.
Minggu (12/10) pagi ini, Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma kembali menyambangi para petugas dan masyarakat korban dilokasi konflik horizontal. Dalam kunjungan ini Bupati didampingi Sekda Luwu Timur, Bahri Suli, Asisten Pemerintahan, Syahidin Halun dan beberapa kepala SKPD.
“Selain melihat kondisi bone-bone pasca bentrok, kehadiran Bupati Luwu Timur juga bermaksud mengadakan pertemuan dengan beberapa kepala daerah di tana luwu ini guna membahas penanganan masalah konflik,” kata Kabag Humas dan Protokol Luwu Timur Amran Aminuddin ketika mendampingi Bupati dalam lawatannya ke Luwu Utara hari ini
Dalam pertemuan itu, kata Amran, dihadiri Wakil Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri, Bupati Luwu , H. Andi Mudzakkar, Dandim 1403 Sawerigading, Kol. Inf. Aco Lamama, Kapolres Luwu Utara, AKBP Hery Marwanto dan Kapolres Luwu, AKBP Alan G Abast.
Andi Hatta Marakarma mengatakan Luwu Timur dan Luwu Utara adalah Wija To Luwu yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun berbeda secara administratif, namun Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memiliki kewajiban untuk turut terlibat dalam penanganan pasca kerusuhan ini.
“Selain karena daerah kami berbatasan langsung, masyarakat kedua wilayah ini pun memiliki hubungan emosional dan kekerabatan yang dekat, sehingga kita semua harus tetap waspada dan memininalisir kemungkinan- kemungkinan ekses negatif yang mungkin saja terjadi,” tandas Hatta
Hatta juga menghimbau agar segenap masyarakat khususnya keluarga dari pihak yang bertikai dimanapun berada agar tidak terprovokasi dan mampu menahan diri.
“semua pihak dihimbau jangan mudanh terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang pada gilirannya akan semakin memperkeruh suasana,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, para kepala daerah se Tana Luwu sepakat akan membantu menyelesaikan konflik ini dan mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. untuk diketahui, hingga saat ini informasi yang dihimpun sudah ada 19 rumah yang terbakar.




