Untuk melestarikan permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman nenek moyang, gerakan pramuka kwartir cabang Luwu Timur menggelar kemah seni dan budaya yang berlangsung di Lapangan Trans Puncak Indah Malili, Selasa (11/11).
Kemah seni budaya ini di ikuti 25 Gugus Depan (Gudep) khusus sekolah menengah pertama (SMP) se-Luwu Timur. Beberapa kegiatan yang dilombakan diantaranya lomba engran, bakiak, cukke, hampal, moriringgo, vokal grup, cerita rakyat (dongeng), pawai baju tradisional dsb.
Ketua Panitia Pelaksana, Bakara mengatakan permainan tradisonal ini perlu dilestarikan, agar tidak hilang tergerus zaman. “Kemah seni dan budaya ini dilakukan, tujuannya agar permainan tradisional tetap dapat dinikmati anak-anak masa kini,” jelasnya.
Senada dengan Panitia, Wakil Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengatakan melalui kegiatan kepramukaan ini diharapkan dapat mendorong pelestarian dan pengembangan budaya daerah.
Salah satunya, permainan tradisional bermanfaat untuk melatih kreatifitas anak. Dimana, biasanya alat permainan yang digunakan berupa barang atau tumbuhan yang ada di sekitar pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan.
“Hasil dari kemah lomba ini, para pramuka ini nantinya akan semakin kreatif dan diharapkan dapat kembali di masyarakatkan permainan ini,” jelas Husler yang juga Ketua Kwarcab Luwu Timur.
Sekedar diketahui, kegiatan kemah seni dan budaya ini dimulai sejak Sabtu pekan lalu, 8 Nopember dan berakhir hari ini, Selasa 11 Nopember. Juara umum PA (Putra) diraih SMP 1 Malili dan Juara PI (Putri) diraih SMP 3 Burau.




